HALO JEMBER – Habib Abu Bakar Gresik memiliki nama lengkap Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf. Beliau juga dikenal sebagai nama Habib Abu Bakar Assegaf Gresik. Ada nama belakang Gresik, karena beliau menghabiskan dakwah dan wafat di Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Sejatinya, Habib Abu Bakar itu lahir di Besuki, Kabupaten Situbondo Jawa Timur tanggal 16 Dzulhijjah 1285 H atau 30 Maret 1869 M. Ayah beliau bernama Habib Muhammad bin Umar Assegaf.
Habib Abu Bakar Assegaf Gresik menikah dengan Hubabah Syifa Binti Abdul Qodir As-Segaf yang dikarunia dua putra, yaitu Habib Ali bin Abu Bakar bin Muhammad As-Segaf dan Habib Segaf bin Abu Bakar bin Muhammad As-Segaf.
Hijrah ke Gresik Saat Balita
Lahir di Situbondo, rupanya sejak balita Habib Abu Bakar dibawa pindah oleh orang tuanya ke Gresik. Sayangnya, pada usia 2 tahun, ayah Habib Abu Bakar itu wafat. Sehingga, Habib Abu Bakar menjadi seorang yatim sejak kecil.
Bakat kewalian dan kecintaannya terhadap ilmu sudah terlihat sejak ia berusia tiga tahun. Bahkan, di usianya yang terbilang masih kecil ia mampu mengingat peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi.
Bahkan, pada anak usia 8 tahun Habib Abu Bakar sudah berani merantau ke Hadramaut, Yaman untuk menimba ilmu agama. Mengutip Laduni.id, pada 1293 H Habib Abu bakar berangkat ke untuk menimba ilmu ke tanah para waliyullah dan itu merupakan permintaan nenek dari pihak ibunya, Fathimah binti Abdullah 'Allan.
Silsilah Habib Abu Bakar Assegaf Gresik
Berikut ini silsilah dari Habib Abu Bakar Assegaf Gresik yang terhubung ke Nabi Muhammad SAW:
- Nabi Muhammad SAW
- Sayidatuna Fathimah Az-Zahra Istri Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a.
- Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Husein
- Al-Imam Ali Zainal Abidin
- Al-Imam Muhammad Al-Baqir
- Al-Imam Ja’far As-Shodiq
- Al-Imam Ali Al-Uraydhi
- Al- Imam Muhammad An-Naqib
- Al-Imam Isa Ar-Rumi
- Al-Imam Muhajir Ahmad
- As-Sayyid Ubaidillah Shohibul Aradh
- As-Sayyid Alwi Shohib Saml
- As-Sayyid Muhammad Shohib As-Shouma’ah
- As-Sayyid Alwi
- As-Sayyid Khali' Qatsam
- As-Sayyid Muhammad Shohib Mirbath
- As-Sayyid Ali
- As-Sayyid Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam
- As-Sayyid Alwi Al-Ghuyur
- As-Sayyid Ali Shohibud Dark
- As-Sayyid Muhammad Maula Ad-Dawilah
- As-Sayyid Abdurrahman As-Seggaf
- As-Sayyid Ali
- As-Sayyid Muhammad
- As-Sayyid Abdurrahman
- As-Sayyid Umar As-Shafi
- As-Sayyid Toha
- As-Sayyid Umar
- As-Sayyid Toha
- As-Sayyid Umar
- As-Sayyid Muhammad
- As-Sayyid Segaf
- Al-Imam Wadi Al-Ahqaf Umar
- As-Sayyid Abu Bakar
- As-Sayyid Umar
- As-Sayyid Muhammad
- As-Sayyid Abu Bakar
WAFAT PADA TAHUN 1957
Habib Abu Bakar Assegaf wafat pada malam Senin tanggal 17 Dzulhijah 1367 H atau 15 Juli 1957 dalam usia 91 tahun. Menjelang wafatnya, habib berpuasa selama 15 hari dan sering berkata, “Aku merasa bahagia akan berjumpa dengan Allah SWT.”
Sudah 67 tahun wafat, tapi cerita tentang karomah Habib Abu Bakar Assegaf ini masih jadi cerita khalayak. Apalagi, pada momentum ibadah haji seperti sekarang ini. Sebab, salah satu karomah Habib Abu Bakar Assegaf ini tiba-tiba muncul di jamaah haji kala itu.
Dikisahkan, suatu hari ada tetangga Habib Abu Bakar sedang berangkat Haji dengan menaiki kapal milik Belanda. Namun, sebelum berangkat meminta doa ke Habib Abu Bakar untuk kelancaran ibadah hajinya.
Dahulu kala, dalam perjalanan haji itu tidak seperti sekarang dengan naik pesawat. Melainkan naik kapal laut. Bahkan, dulu orang yang berangkat haji juga tak sedikit yang pulang hanya nama saja. Sebab, menempuh perjalanan yang cukup berbahaya dengan melintasi samudra.
Saat dalam perjalanan, kapal yang dinaiki oleh tetangganya tersebut terjadi badai dan ombak besar. Kemudian kapal yang dinaikinya terombang-ambing. Seketika orang Belanda meminta orang-orang untuk berdoa pada tuhannya.
Sementara, tetangga Habib Abu Bakar berdoa dan bertawassul pada Habib Abu Bakar. Khusyuknya berdoa, tiba-tiba Habib Abu Bakar muncul dari dalam laut dengan berpakaian lengkap layaknya beliau sedang berada di majelis.
Kemudian Habib Abu Bakar mengusap kapal tersebut. Seketika ombak langsung berhenti. Sepulangnya dari haji, tetangganya langsung menemui Habib Abu Bakar ke rumahnya untuk berterima kasih atas kejadian badai waktu itu.
Akan tetapi, Habib Abu Bakar justru menyuruh tetangganya untuk pulang seraya berkata, “Diam jangan diberi tahu orang lain, kalau saya sudah wafat baru boleh kau beri tahu orang lain.”
Editor : Halo Jember