Halo Jember - Program Mahasiswa Berdesa merupakan sebuah program pemberdayaan desa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jember kepada sasaran mitra, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), dan Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Jember (UNEJ)
Kali ini mahasiswa pelaksana Promahadesa 2025 menyasar masyarakat di Desa Sumbersalak.
Desa yang terletak di wilayah timur Kabupaten Jember itu merupakan salah satu desa yang memiliki status perempuan purna migran terbanyak di Kabupaten Jember.
Desa Sumbersalak memiliki luas wilayah sebesar 6.558,213 ha ini terletak sekitar 30 Km ke arah Timur dari pusat kota Jember, merupakan daerah dataran tinggi yang mana sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan.
Agenda Promahadesa ini dilakukan oleh gabungan mahasiswa beranggotakan 10 orang dari beberapa Program Studi yakni Ilmu Kesejahteraan Sosial, Manajemen, dan Sastra Inggris, beserta Dosen Pembimbing Lapangan yakni Atik Rahmawati S.Sos., M.Kesos.
Tujuan utama dari kelompok Promahadesa Sumbersalak sendiri adalah meningkatkan perekonomian perempuan purna migran, dengan mengandalkan sumber daya alam Desa Sumbersalak yang sangat melimpah.
Merubah barang mentah menjadi produk yang menarik dan siap jual merupakan tantangan kedepannya dalam progam ini, dengan kerja sama antara mahasiswa dan sasaran mitra yang saling menguatkan sehingga mencapai target yang dituju.
Desa Sumbersalak memiliki bermacam potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut di sektor Pariwisata, Pertanian, dan perkebunan. Salah satu sumber daya alam yang dimiliki Desa Sumbersalak adalah buah pisang.
Salah satu produk yang akan dikembangkan dalam program pemberdayaan ini tentu saja berhubungan dengan buah pisang, yaitu produk keripik pisang.
Sebelumnya produksi keripik pisang pernah diproduksi, namun produksi tidak berjalan secara berkelanjutan karena penjualan yang belum stabil.
Salah satu program yang akan dilaksanakan untuk peningkatan penjualan dengan pelatihan yang sifatnya memprioritaskan partisipasi komunitas.
Tidak hanya pelatihan mengenai produk usaha yang siap jual, namun juga pelatihan yang berisi cara menghitung HPP (Harga Pokok Jual), serta pelatihan memanajemen uang hasil usaha ataupun uang pribadi dari komunitas.
Harapannya melalui banyak pelatihan yang dicanangkan, komunitas dapat mandiri ketika pelaksanaan Promahadesa telah usai sehingga dampak kegiatan dapat bersifat berkelanjutan. Baca Juga: Alumni Unej Bisa Dapet Diskon Tiket Kereta, Begini Caranya
Untuk mengikuti program dan kegiatan produksi, silahkan kunjungi akun Instagram @promahadesa_sumbersalak25.
Penulis : Syahrina Rojabar Rizqiyah
Editor : Dwi Siswanto