HALO JEMBER - Fenomena wardrobe fatigue atau kejenuhan dalam memilih pakaian kini melahirkan tren baru dalam dunia fashion yakni wardrobe capsule.
Konsep ini mengusung koleksi pakaian minimalis dengan kombinasi warna dan potongan yang serbaguna, sehingga memudahkan pemakainya untuk tetap tampil stylish tanpa harus menghabiskan waktu lama di depan lemari.
Tren ini mulai populer di kalangan influencer dan gen z. Dengan hanya beberapa potong pakaian inti seperti blazer netral, celana dasar, kemeja polos dan aksesori multifungsi, wardrobe capsule memungkinkan pemakai menciptakan berbagai gaya tanpa menambah tumpukan pakaian di lemari.
Personal stylist dan konsultan wardrobe Shae Johnson menyebut wardrobe fatigue adalah perasaan tidak terinspirasi oleh isi lemari sendiri.
"Bisa juga, anda sekadar kehabisan ide padu padan. Sama seperti tubuh yang bisa lelah secara fisik, rasa jenuh terhadap pakaian di lemari pun sama adanya," ungkap Johnson dikutip dari Real Simple.
Konsep wardrobe capsule membantu mengurangi stress dan menghemat waktu. Tidak ada lagi "drama kecil" di depan lemari untuk memutuskan pakaian. Selain itu, konsep ini juga ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi berlebihan.
Tak hanya praktis, konsep ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan. Bagi anda yang ingin mencoba, kuncinya adalah memilih pakaian berkualitas, warna netral, dan potongan yang mudah dipadukan.
Dengan begitu, wardrobe capsule bukan hanya menjadi jawaban atas wardrobe fatigue, tetapi juga langkah menuju gaya hidup simple dan efisien.
Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana
Editor : Sidkin