Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem, Dosen Kesehatan Unmuh Jember Ingatkan Risiko Ispa, Diare, hingga DBD Intai Masyarakat

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Hendra Kurniawan, Dosen Fikes Unmuh Jember sampaikan bahwa pada cuaca tak menentu tubuh rentan terserang penyakit, khususnya ISPA dan DBD
Hendra Kurniawan, Dosen Fikes Unmuh Jember sampaikan bahwa pada cuaca tak menentu tubuh rentan terserang penyakit, khususnya ISPA dan DBD

SUMBERSARI, Halojember.jawapos.com - Perubahan cuaca ekstrem belakangan ini bukan sekadar membuat langit lebih cepat gelap atau udara terasa pengap.


Advertisement

Di balik itu, sejumlah penyakit mulai mengintai masyarakat, terutama saat tubuh tidak mampu beradaptasi dengan suhu yang berubah drastis.

Risiko terserang penyakit seperti ISPA, DBD, hingga infeksi kulit meningkat tajam seiring masa transisi musim.

Dosen Fikes Unmuh Jember, Hendra Kurniawan, menegaskan bahwa fluktuasi suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya dapat memengaruhi sistem imun tubuh manusia.

Advertisement

“Indonesia memang negara tropis, tetapi suhu yang kerap berubah-ubah membuat virus lebih mudah berkembang biak. Jika tubuh tidak mampu menyesuaikan diri, daya tahan akan melemah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca yang tidak menentu membuat tubuh terus bekerja ekstra untuk beradaptasi. Ketika proses ini terganggu, berbagai penyakit pun lebih mudah menyerang.

“Kasus seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, bronkitis, dan pneumonia sering muncul akibat udara yang ekstrem, berdebu, atau tercemar polusi,” jelas Hendra.

Advertisement

Tak hanya penyakit pernapasan, lanjutnya, penyakit menular lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) juga cenderung meningkat pada masa peralihan musim.

Hujan yang datang tidak menentu membuat banyak genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Begitu pula dengan diare dan infeksi kulit akibat jamur yang mudah tumbuh pada kondisi lembap,” tambahnya.

Kelompok usia anak-anak dan lansia menjadi golongan paling rentan terdampak.

Anak-anak memiliki sistem imun yang masih berkembang, sementara lansia mengalami penurunan daya tahan tubuh secara alami.

“Mereka perlu perhatian ekstra, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” katanya.

Hendra menekankan pentingnya menjaga kekebalan tubuh melalui pola hidup sehat.

Masyarakat disarankan memperbaiki asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk buah dan sayur.

“Jika diperlukan, tambahkan suplemen vitamin. Hindari makanan cepat saji, jaga kebersihan diri serta lingkungan, dan pastikan waktu tidur cukup, sekitar tujuh hingga delapan jam setiap hari,” tuturnya.

Selain menjaga fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

Menurutnya, stres menjadi faktor yang sering diabaikan padahal berpengaruh besar terhadap sistem imun tubuh.

Ia berharap masyarakat tidak menganggap sepele perubahan musim. (dhi/kin)

Advertisement

Artikel Terkait

Segudang Manfaat Buah Kelapa Muda hingga Kelapa Tua untuk Kesehatan Tubuh

Segudang Manfaat Buah Kelapa Muda hingga Kelapa Tua untuk Kesehatan Tubuh

Air kelapa adalah cairan isotonik alami yang sangat mirip dengan cairan tubuh kita. Bisa Memperkuat Sistem Imun. Dan bisa menjaga kesehatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer