Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aisar Khaled Terseret Kasus Rp5,7 Miliar, Ini Langkah Polisi

Viona Rj
Penulis: Viona Rj❯
Aisar Khaled (Instagram/Aisar Khaled
Aisar Khaled (Instagram/Aisar Khaled

Advertisement

 

HALOJEMBER–Polda Metro Jaya menyiapkan pemeriksaan sejumlah saksi dalam laporan dugaan penipuan yang menyeret influencer asal Malaysia, Aisar Khaled.

Pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan terlebih dahulu sebelum penyidik menjadwalkan pemanggilan Aisar.

Advertisement

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno mengatakan, laporan terhadap Aisar telah diterima pihak kepolisian.

Saat ini, penyidik masih menyiapkan administrasi penyelidikan sebelum masuk pada agenda pemeriksaan.

“Laporan itu sudah diterima di Polda. Tentunya nanti dari tim penyelidiknya menyusun dulu administrasi penyelidikan. Kemudian nanti juga akan ada pemeriksaan ke sejumlah saksi yang diajukan,” tutur Onkoseno, Selasa (15/9).

Advertisement

Menurut Onkoseno, pemeriksaan terhadap Aisar nantinya menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dijadwalkan penyidik.

Namun, sebelum itu polisi akan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berkaitan dengan laporan tersebut.

“Ya, tentunya itu tadi agenda-agenda pemeriksaan ke saksi-saksi tentunya ada, nanti akan dijadwalkan oleh penyidik,” ujarnya.

Laporan terhadap Aisar dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Laporan tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan agensi di Indonesia pada Senin (14/9).

Advertisement

Artikel Terkait

Aisar Khalid Buka Suara Usai Dilaporkan Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar, Singgung Orang yang Ingin Melihatnya Jatuh

Aisar Khalid Buka Suara Usai Dilaporkan Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar, Singgung Orang yang Ingin Melihatnya Jatuh

Ia menyinggung soal perjuangan sebagai perantau sekaligus orang-orang yang disebutnya ingin melihat dirinya jatuh.

Waspada, Jika Ada oknum Catut Nama Radar untuk Pemerasan, Segera Lapor Polisi!

Waspada, Jika Ada oknum Catut Nama Radar untuk Pemerasan, Segera Lapor Polisi!

Oknum yang mengatas namakan radar untuk melakukan dugaan penipuan dan pemerasan bukan hanya sekali dua kali terjadi. Hari ini pun masih ada

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer