HALOJEMBER – Band legendaris Indonesia, Radja, kembali hadir dengan karya terbaru melalui single dan musik video berjudul Apa Sih, yang dirilis pada Sabtu (21/12/2024).
Lagu ini menghadirkan kolaborasi dengan Eva, vokalis band Cinderella, serta mengusung konsep unik memadukan genre rock dan koplo, dengan tujuan mengajak pendengar bergoyang saat menikmatinya.
Namun, perilisan Apa Sih menuai perhatian publik karena disebut memiliki kemiripan dengan lagu APT. yang dinyanyikan oleh Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars.
Tak hanya dari segi musikalitas, video klip Apa Sih juga dianggap mengadaptasi elemen dari video APT. termasuk gaya busana dan konsep visual.
Model video klip Apa Sih, Vadel Badjideh dan kakaknya, Bintang Badjideh, tampil dengan gaya berpakaian menyerupai Bruno Mars dalam video APT., lengkap dengan gerakan dansa.
Sementara itu, Eva dari Cinderella tampil dengan rambut dicepol dua dan jaket kulit hitam, serupa dengan Rosé BLACKPINK, meskipun video klip Radja menggunakan warna jingga sebagai latar utama.
Dalam konferensi pers di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin (12/12/2024), Radja secara terbuka mengakui bahwa mereka terinspirasi oleh lagu APT.
Moldy, gitaris Radja, mengatakan, “Terinspirasinya, jujur aja, gue (terinspirasi) dari yang ramai di 2024.” Ian Kasela, vokalis Radja, menambahkan bahwa ada pengaruh besar dari sosok Bruno Mars dalam proses kreatif mereka.
“Makanya itu tadi ada kaitannya sama sosok Mas Bruno,” ujar Moldy. Keduanya juga menegaskan bahwa mengambil inspirasi dari karya yang bagus adalah hal yang wajar
“Gue bilang, 'apa salahnya sih kita meniru yang bagus? Bukan meniru yang jelek ya,” ucap Moldy. Ian menambahkan, “Lagian, basic hidup juga meniru kan? Jadi jangan pernah lupa.”
Meski begitu, protes muncul dari para penggemar Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars, yang mempertanyakan apakah Radja telah mendapatkan hak cipta untuk mengadaptasi karya tersebut.
Di media sosial, diskusi semakin memanas dengan tuduhan plagiarisme terhadap band yang sudah eksis sejak 2001 ini.
Menanggapi kritik tersebut, Moldy menegaskan bahwa Radja tidak melanggar hak cipta siapa pun. “Kalau di musik, gue bilang, kita dapat influence dan inspirasi, ya boleh-boleh aja. Yang penting kita tidak mengambil hak orang lain,” ujarnya.
Radja juga menyatakan bahwa mereka tetap mengolah inspirasi tersebut dengan gaya khas mereka. “Jadi kita berkreasi sendiri, dapat inspirasi boleh lah ya, diolah dengan gaya kita,” pungkas Moldy.
Kontroversi ini memicu perdebatan di kalangan penggemar musik tentang batas antara inspirasi dan plagiarisme dalam dunia kreatif.
Meski diwarnai kritik, langkah Radja ini sekaligus menyoroti dinamika penciptaan karya musik di era globalisasi yang kerap terinspirasi oleh tren internasional.
Penulis: Audya Amalia Mufida
Editor : Halo Jember