Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Komedian Kiwil Cerita Terbuka tentang Rumah Tangga yang Penuh Warna, dari Godaan Dunia Malam sampai Poligami

Dwi Siswanto • Rabu, 30 April 2025 | 00:11 WIB
Kiwil
Kiwil

HALO JEMBER, jawapos.com - Komedian Wildan Delta, atau lebih dikenal sebagai Bang Kiwil, kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka membagikan kisah hidupnya, terutama soal kehidupan rumah tangganya yang penuh warna. 

Dalam sebuah wawancara yang berlangsung santai namun penuh makna, Kiwil tak segan mengungkap lika-liku perjalanan cintanya, mulai dari poligami, godaan dunia hiburan, hingga upaya perbaikan diri melalui kegiatan dakwah.

Kiwil menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pria yang gemar "main-main" dengan perempuan. Menurutnya, jika ia merasa cocok dan serius, maka ia lebih memilih untuk menikah langsung daripada sekadar pacaran. 

Prinsip itu ia pegang teguh meski kehidupan pribadinya kerap dinilai kontroversial oleh publik. Ia menekankan bahwa apa pun keputusan yang diambilnya, termasuk menikahi beberapa perempuan, merupakan bentuk dari tanggung jawab, bukan sekadar pelampiasan nafsu sesaat.

Namun, ia juga mengakui bahwa masa lalu tidak luput dari kesalahan. Di masa kejayaan finansialnya, ia sempat terjebak dalam gaya hidup glamor dan hedonis, termasuk dalam urusan perempuan. 

Ia bahkan mengungkapkan secara blak-blakan bahwa pernah mengalami situasi ekstrem, seperti menjalin hubungan dengan dua perempuan sekaligus dalam satu waktu. Meski kini sudah bertekad berubah, ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran hidupnya.

Lebih lanjut, Kiwil mengungkap bahwa keberadaan beberapa istri sempat memicu penolakan dari masyarakat sekitar. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah ketika ia digerebek oleh satu kampung saat melamar seorang perempuan.

Meski sang ayah menyetujui, ibu dari pihak perempuan dan masyarakat sekitar tidak sepenuhnya menerima kenyataan bahwa ia telah memiliki beberapa istri.

Hal tersebut, menurut Kiwil, menunjukkan betapa sulitnya menjadi pria dengan tanggung jawab ganda, terutama dalam kultur masyarakat yang belum terbiasa dengan praktik poligami secara terbuka.

Meskipun kini ia tidak lagi terlalu aktif di televisi, Kiwil menegaskan bahwa rezeki tetap mengalir lewat kegiatan off-air, seperti safari dakwah dan menjadi pembicara di berbagai acara keagamaan. 

Ia bahkan menyatakan bahwa perubahan besar dalam dirinya terjadi karena konflik dalam rumah tangga, bukan semata-mata karena uang atau karier yang meredup.

Konflik tersebut membawanya pada perenungan mendalam dan dorongan untuk memperbaiki diri melalui agama.

Dalam refleksi tersebut, Kiwil juga menyinggung soal godaan yang kerap datang, terutama ketika seseorang memiliki kekuasaan atau uang.

Ia menyebut bahwa tidak ada manusia, bahkan yang paling saleh sekalipun, yang benar-benar bebas dari godaan setan. Oleh karena itu, menurutnya, menjaga komitmen dan kesadaran spiritual menjadi penting untuk tidak kembali terjerumus ke masa lalu yang kelam.

Menariknya, Kiwil juga dengan jujur menyampaikan bahwa kesetiaan seseorang sering kali teruji oleh kondisi finansial. 

Ia pernah mendapat pengakuan dari seorang pria yang mengaku setia pada istrinya, namun akhirnya tergoda ketika ada kesempatan dan biaya. Hal ini membuat Kiwil menyimpulkan bahwa kesetiaan bisa jadi hanya bertahan selama tidak ada godaan yang cukup kuat.

Meski demikian, Kiwil tidak membanggakan masa lalunya. Ia mengungkapkan bahwa seluruh kisah yang ia ceritakan kepada istri-istrinya bukan untuk menyombongkan diri, melainkan agar mereka bisa mengingatkannya bila suatu hari ia mulai tergelincir lagi.

Ia menyadari bahwa tidak ada rumah tangga yang benar-benar tanpa masalah, terlebih jika harus menjalani kehidupan dengan empat istri. Ia mengibaratkan, jika satu istri saja bisa memicu konflik, maka empat istri tentu menimbulkan beban yang jauh lebih berat.

Terakhir, Kiwil menyampaikan bahwa kini ia tengah berusaha menjadi pribadi yang lebih dewasa. Ia lebih memilih untuk fokus pada keluarganya dan tidak lagi mengejar popularitas seperti dahulu. 

Ia pun berpesan bahwa hidup bukan soal berada di atas atau bawah, tetapi bagaimana tetap menjadi poros yang stabil, seperti saran dari rekannya, Komeng. Dengan penuh kesadaran, ia mengakui bahwa perjalanan hidupnya memang penuh ujian, namun dari sanalah ia belajar arti tanggung jawab dan kejujuran terhadap diri sendiri maupun orang lain.

MG25 Farah Dinah

Editor : Dwi Siswanto
#poligami #Godaan #kiwil