Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Apa Itu Doppleganger? Fenomena Mistis Melihat Kembaran Diri Sendiri

Halo Jember • Jumat, 16 Agustus 2024 | 15:00 WIB

 

Doppleganger. Sumber foto: Alexandr/Pexels.com
Doppleganger. Sumber foto: Alexandr/Pexels.com

HALOJEMBER.COM - Apakah kamu pernah bertemu seseorang yang wajahnya mirip dengan tokoh terkenal? Atau mungkin temanmu pernah mengatakan bahwa mereka bertemu seseorang yang sangat mirip denganmu?

Fenomena ini dikenal sebagai doppelganger, yaitu kembaran yang tidak memiliki hubungan darah. Meskipun bagi sebagian orang hal ini terasa aneh, ada juga yang merasa senang jika memiliki kembaran yang mirip dengan selebriti.

Walaupun unik, banyak yang percaya bahwa doppelganger bisa membawa kesialan. Kepercayaan ini dipengaruhi oleh berbagai mitos yang sudah ada sejak lama.

BACA JUGA : Apa Itu Red String Theory? Kepercayaan Jodoh di Balik Kedekatan Syifa Hadju dan El Rumi

Tapi sebenarnya, apa itu doppelganger? Dan apa saja mitos yang mengelilinginya? Berikut ini penjelasannya.

Mengenal Fenomena Doppelganger dan Mitos yang Melingkupinya

Doppelganger adalah istilah yang berasal dari bahasa Jerman, di mana 'doppel' berarti ganda dan 'ganger' berarti bayangan.

Secara harfiah, doppelganger adalah penampakan dari seseorang yang masih hidup dan biasanya terlihat sebagai pantulan yang bukan bayangan. Fenomena ini sering dikaitkan dengan hal-hal mistis dan dalam beberapa tradisi dianggap sebagai pertanda buruk.

BACA JUGA : Sering Salah Kaprah, Berikut Perbedaan Kiai, Habib, Gus, Syekh, Tuan Guru, dan Ustadz

Dikatakan bahwa setiap orang memiliki setidaknya tujuh kembaran yang tersebar di seluruh dunia. Meski memiliki kembaran yang bukan saudara kandung terdengar unik, banyak yang percaya bahwa ini justru membawa malapetaka.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mengaku pernah melihat doppelganger mereka sendiri atau orang lain. Fenomena ini bisa terjadi ketika seseorang berpapasan di suatu tempat atau melihat seseorang di media sosial.

BACA JUGA : Posisi Tidur yang Tepat Menurut Primbon Jawa. Hindari Menghadap Pintu!

Banyak foto yang beredar di internet menunjukkan kemiripan luar biasa antara individu yang tidak saling terkait.

Dalam mitos masyarakat Jerman, melihat doppelganger sendiri dianggap sebagai pertanda kematian yang akan datang.

Tapi jika orang lain yang melihat doppelganger kita, ini dianggap sebagai pertanda bahwa musibah dan nasib buruk akan menimpa kita.

Perlu dicatat bahwa doppelganger bukanlah hantu. Mereka adalah manusia biasa yang memiliki kemiripan fisik yang sangat mirip dengan kita. Namun, mitos yang beredar membuat doppelganger dianggap sebagai sesuatu yang mistis dan sebaiknya dihindari.

Doppelganger dalam Karya Sastra

Beberapa karya sastra juga mengangkat tema doppelganger. Salah satu yang terkenal adalah The Double (1846) karya Fyodor Dostoyevsky. Dalam cerita ini, seorang penulis bernama Golyadkin bertemu dengan doppelganger-nya, yang kemudian membawa serangkaian kesialan dalam hidupnya hingga membuatnya jatuh dalam kegilaan.

Sains di Balik Doppelganger

Meskipun mitos doppelganger terus berkembang, sains modern mencoba memahami fenomena ini.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kemiripan antara doppelganger tidak hanya terbatas pada penampilan fisik. Mereka juga menunjukkan kesamaan dalam faktor genetik dan gaya hidup.

Penelitian ini melibatkan fotografer asal Kanada, Francois Brunelle, yang sejak tahun 1999 memotret orang-orang dengan kemiripan luar biasa namun tidak memiliki hubungan darah.

Sebanyak 32 pasang doppelganger diteliti, di mana mereka diminta menjawab pertanyaan tentang gaya hidup serta memberikan sampel DNA.

Dengan menganalisis foto-foto mereka menggunakan perangkat lunak khusus, peneliti menemukan bahwa 16 dari 32 pasangan memiliki kemiripan yang sangat tinggi.

Lebih lanjut, 9 dari 16 pasangan ini memiliki kesamaan genetik yang sangat signifikan, hampir seperti saudara kembar.

Pada dasarnya, gen manusia memang memiliki kesamaan yang besar antara satu dengan lainnya. Yang membedakan adalah bagaimana gen tersebut mengarahkan pembentukan fisik seseorang, seperti wajah dan tubuh.

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#kembar #doppelganger