
HALOJEMBER – Istilah cutting sugar atau membatasi konsumsi gula semakin populer di tengah masyarakat yang mulai memperhatikan pola hidup sehat.
Namun, masih banyak yang keliru memahami pola makan tersebut sebagai upaya menghentikan seluruh konsumsi gula.
Padahal, cutting sugar pada dasarnya lebih berfokus pada pengurangan gula tambahan (added sugar) yang banyak terdapat dalam makanan dan minuman sehari-hari.
Minuman kemasan manis, boba, kue, permen, serta berbagai camilan tinggi gula menjadi beberapa sumber yang perlu diperhatikan.
Mengurangi asupan gula tambahan secara berlebihan dapat membantu mendukung pengelolaan berat badan dan menjaga kadar gula darah.
Pola makan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih rendah juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Pola makan rendah gula tambahan juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Konsumsi gula berlebihan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan munculnya masalah kulit, termasuk jerawat, serta proses penuaan kulit.
Meski demikian, cutting sugar bukan berarti harus menghindari seluruh makanan yang mengandung gula.
Buah dan sayuran tetap menjadi bagian dari pola makan seimbang karena mengandung gula alami sekaligus serat, vitamin, dan mineral.

