Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025: 227 Film dari 43 Negara Siap Hidupkan Jogja

Sidkin • Senin, 1 Desember 2025 | 14:30 WIB
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025: Dua Dekade Bertransformasi dan 227 Film dari 43 Negara Siap Hidupkan Jogja
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025: Dua Dekade Bertransformasi dan 227 Film dari 43 Negara Siap Hidupkan Jogja

 

Halojember.jawapos.com - Yogyakarta akan kembali jadi pusat perhatian para pecinta film Asia akhir tahun ini.

Festival film terbesar kawasan akan hadir: JAFF 2025, edisi ke-20 dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Perhelatan ini akan berlangsung dari 29 November sampai 6 Desember 2025 di berbagai lokasi di Yogyakarta.

Tema tahun ini adalah “Transfiguration”, sebuah simbol transformasi selama dua dekade JAFF, dari festival kecil hingga menjadi sorotan sinema Asia.

Pada pembukaan resmi, festival akan dibuka dengan film klasik dari sinema Indonesia, Opera Jawa karya sutradara legendaris yang diputar kembali dalam format 35 mm.

Sementara film penutup nanti akan ditampilkan karya baru, memberi harmoni antara nostalgia dan inovasi. Ini menegaskan bahwa JAFF tetap relevan di era modern.

Tahun ini, total ada 227 film dari 43 negara Asia-Pasifik yang akan tayang menjadikannya salah satu festival film paling kaya ragam di kawasan.

Bagi penonton, ini kesempatan langka untuk menyaksikan ragam cerita dari seluruh Asia, mulai drama, animasi, dokumenter, hingga eksperimen sinema tanpa harus ke luar negeri.

Salah satu program menarik adalah JAFF Market 2025, ajang pasar film dan industri kreatif yang digelar 29 November–1 Desember di Jogja Expo Center

JAFF Market bakal jadi ruang kolaborasi, inkubasi, dan pertukaran ide bagi sineas indie, investor, distributor, dan produser dari berbagai negara. 

Menurut Direktur JAFF 2025, Ifa Isfansyah, keberadaan festival seperti ini penting untuk mendukung sinema Asia agar terus hidup dan berkembang dalam era global.

“Semangat ‘Transfiguration’ bukan sekadar tema, tapi komitmen bahwa sinema kita terus bertransformasi, berani bereksperimen, dan menjalin dialog budaya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Bagi kamu penyuka film atau sekadar penasaran ingin merasakan atmosfer festival, JAFF 2025 bisa jadi pilihan menarik, baik untuk hiburan, inspirasi, maupun mengenal ragam budaya Asia lewat sinema. 

Editor : Sidkin