Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musik Keroncong di Jember, Seru juga nih.

H
Penulis: Halo Jember❯
Peserta musik keroncong. Ternyata juga ada di Jember, lho (Sumber foto: Instagram SMKN 5 Jember)
Peserta musik keroncong. Ternyata juga ada di Jember, lho (Sumber foto: Instagram SMKN 5 Jember)

Ukulele, gitar, flute, biola, selo, dan kontrabas menghasilkan alunan musik yang menarik. Beragam alat musik itu menghasilkan instrumen musik keroncong.


Advertisement

Masyarakat kebanyakan kerap menyebut genre musik ini adalah musik vintage/ jadul. Namun demikian genre musik ini sampai sekarang masih tetap eksis. Bahkan, di Jember.


Buktinya keroncong tetap diminati adalah setiap 6 bulan sekali digelar panggung "Parade Keroncong" yang dihelat oleh Pamori.

Pamori adalah Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia yang juga ada di Jember. Pada Minggu 14 Januari 2024, bertempat di gedung Letkol. Dr. RM. Soebandi, Universitas Dr. Soebandi - Jember.

Dengan tajuk "Semangat Lestarikan Keroncong Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri".

Advertisement

Dalam acara tersebut, pesertanya tidak hanya para senior, tetapi juga kalangan muda.

Walau keroncong itu berkesan musik nostalgia, tapi siapa sangka musik ini di bawa oleh bangsa Eropa saat ke Indonesia.

Awal mula kepopuleran musik keroncong adalah pada awal abad ke-20. Dilansir dari situs Indonesia.go.id, walau industri rekaman belum muncul namun saat keroncong populer lewat berbagai pentas.

Priwahyu Hartanti, Kepala SMKN 5 Jember turut memainkan alat musik gitar akustik di acara musik keroncong di Jember. (Foto instagram SMKN 5 Jember)
Priwahyu Hartanti, Kepala SMKN 5 Jember turut memainkan alat musik gitar akustik di acara musik keroncong di Jember. (Foto instagram SMKN 5 Jember)

Dari Mestizos ke Betawi.

Advertisement

Konon musik keroncong pertama kali dibawa oleh orang Mestizos ke Tanah Betawi, pada 1661. Betawi itu berada di Jakarta.

 

Lantas, siapakah orang Mestizos?

Mestizos adalah orang yang memiliki keturunan pelaut Portugis dan akhirnya menikah dengan penduduk lokal. Terus menjadi koloni

Mengutip dari situs Dewan Kesenian Jakarta, musik keroncong mulai disebarkan pada abad ke-20, dari Batavia hingga ke Soerabaja atau Surabaya.

Musik keroncong saat itu digunakan sebagai lagu pengiring dalam pentas teater komedi. Komedi itu biasanya yang membawakan kisah dari Timur Tengah.

Hingga saat ini, musik keroncong tetap menjadi primadona masyarakat Indonesia dan masih terus diminati.

Advertisement
Editor : Halo Jember

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer