Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Karhutla hingga Banjir Bandang di Kecamatan Ijen Bondowoso Jadi Perhatian Serius Dosen Prodi Teknik Pertambangan Unej

Dwi Siswanto • Selasa, 22 Oktober 2024 | 23:37 WIB
Dosen Teknik Pertambangan Unej memberikan edukasi tentang mitigasi bencana di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Dosen Teknik Pertambangan Unej memberikan edukasi tentang mitigasi bencana di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

HALO JEMBER - Dalam upaya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, dosen Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember (FT UNEJ) melaksanakan pengabdian masyarakat di desa binaan pada 15 Oktober 2024. 

Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Desa Sempol, Kecamatan Ijen, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam yang kerap mengancam daerah ini.

Seperti pepatah bijak mengatakan, “Kita tidak dapat menghindari angin, tetapi kita dapat belajar untuk menyesuaikan layar.” Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Desa Sempol, yang terletak di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, memiliki luas wilayah sekitar 15,96 km². Keberadaan alam yang berbukit dan udara sejuk memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan masyarakat setempat.

Namun, di balik keindahan alamnya, Desa Sempol juga menghadapi dua potensi bencana serius: kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau, serta banjir bandang di musim hujan.

Pada tanggal 15 Oktober 2024, acara sosialisasi tentang edukasi mitigasi bencana diselenggarakan di kantor Desa Sempol. Acara ini dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua Peneliti, Ir. Siti Aminah, S.Si., M.T., yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Dalam sambutannya, Siti Aminah menjelaskan tujuan acara ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga desa terhadap potensi bencana yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Setelah sambutan dari Ketua Peneliti, Kepala Desa Sempol, Bapak Sodik, juga memberikan sambutannya. Beliau menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh para dosen dan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana.

Kepala Desa berharap bahwa program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan warga.

Antusiasme masyarakat tidak berhenti di situ; banyak perwakilan warga turut serta menghadiri acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu bencana alam dan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang cara melindungi diri dan lingkungan sekitar.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Edukasi Mitigasi Bencana dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang disampaikan oleh mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember.

Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, menjadi perhatian serius pada tahun 2023. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terjadi sekitar 41 kali.

Masyarakat Desa Sempol, Kecamatan Ijen, beserta Kades Sempol, dan Dosen Teknik Pertambangan Unej berfoto bersama
Masyarakat Desa Sempol, Kecamatan Ijen, beserta Kades Sempol, dan Dosen Teknik Pertambangan Unej berfoto bersama

Kebakaran di wilayah ini telah menghancurkan lahan hutan dan perkebunan, mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian, terutama kopi dan hortikultura.

Selain itu, asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran telah memperburuk kualitas udara, menyebabkan gangguan pernapasan pada warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Medan pegunungan yang sulit diakses serta cuaca panas dan angin kencang membuat api sulit dikendalikan.

Para peneliti juga telah melakukan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi penyebab tingginya risiko kebakaran, di mana ditemukan bahwa pembukaan lahan dengan cara dibakar dan kondisi lahan kering menjadi faktor utama.

Indeks warna merah pada peta menunjukkan bahwa jumlah kebakaran hutan yang sangat sering terjadi di Desa Sempol. 

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat mendukung upaya akademik dalam mengadakan acara seperti edukasi mitigasi bencana di Desa Sempol.

Sinergi antara akademisi, Masyarakat dan BPBD, diharapkan pemahaman tentang mitigasi bencana dapat lebih luas disebarkan, sehingga masyarakat menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Setelah pemaparan, sesi diskusi dibuka, melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Diskusi tersebut berlangsung cukup alot, mencerminkan tingkat kepedulian yang tinggi dari semua pihak terhadap isu mitigasi bencana.

Narasumber dan pemerintah setempat saling berbagi pandangan, menekankan pentingnya keberlanjutan penelitian ini untuk memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi yang diambil dapat efektif dan dapat diterapkan di masyarakat.

Dialog yang intens ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan Desa Sempol yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana di masa mendatang.

Sesi terakhir acara menjadi momen paling penting, di mana kebersamaan antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah dapat diabadikan dalam suasana penuh semangat dan harapan.

Dalam sesi ini, peserta berinteraksi secara langsung, berbagi pandangan, dan membangun hubungan yang lebih erat. Kehadiran semua elemen ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam menghadapi tantangan yang ada.

Dengan terjalinnya sinergitas ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk membangun kesejahteraan masyarakat di Desa Sempol.

Kerja sama yang solid antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah akan membuka jalan bagi inovasi dan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan, termasuk mitigasi bencana.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#ijen bondowoso #ijen #kebakaran #banjir bandang #unej