HALO JEMBER - Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar sejak Selasa (9/9) menyebabkan arus Sungai Badung meluap hingga menghantam kawasan Pasar Kumbasari.
Akibatnya, basemen pasar yang menjadi aktivitas perdagangan mengalami kerusakan parah.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi pasar Kumbasari dipenuhi lumpur, sampah, dan barang dagangan yang hanyut terbawa arus.
Sejumlah pedagang terlihat berusaha menyelamatkan sisa barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Ni Luh Sudani ( 39 ), seorang pedagang buah di Pasar Kumbasari mengungkapkan derasnya arus sungai membuat air naik begitu cepat ke area basemen pasar.
“Kejadiannya sekitar jam 03.00 pagi. Waktu kejadian saya ada. Tapi nggak bisa ( menyelamatkan barang ) semua sudah naik airnya tiba-tiba,” ungkap Sudiani, dikutip dari Baliexpress.
Menurut kesaksian, sebelumnya petugas sudah mengimbau pedagang bahwa debit air Tukad Badung meningkat hingga akhirnya tembok pembatas antara Tukad Badung dan sungai jebol. Peristiwa ini membuat aktivitas perdagangan lumpuh total.
Sudiani mengaku mengalami kerugian besar hingga mencapai puluhan juta rupiah. Tak hanya itu, sejumlah pedagang lainnya juga turut mengalami kerugian akibat barang dagangannya banyak yang hanyut terbawa arus.
Hingga kini, tim gabungan SAR, TNI, BPBD masih melakukan evakuasi kendaraan dan pembersihan area pasar dari lumpur dan sampah.
Sebagai informasi, Pasar Kumbasari merupakan salah satu pusat perdagangan tradisional terbesar di Denpasar, Bali yang kerap dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.
Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana
Editor : Dwi Siswanto