Halo Jember- Entah setan apa yang menempel pada tubuh Imam Gujali, 35 warga Dusun Kertonegroro Selatan RT.003/RW.006, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah. Ia nekat menghabisi nyawa Susiati, 60 ibu kandung sendiri dengan sadis.
Tersangka membunuh ibunya menggunakan alat pemanas tambal ban pada Selasa (4/11) pukul 19.00 Wib.
Peristiwa tragis itu hingga menggemparkan warga Dusun Kertonegoro Selatan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, dan warga dari luar Desa Kertonegoro.
Apalagi di rumah korban sedang banyak keluarga karena ada acara selamatan tujuh hari meninggal kakeknya.
Warga tidak menyangka kalau pelaku yang masih anak kandungnya sendiri itu tega membunuh ibunya sendiri.
Warga sekitar yang mendengar ada pembunuhan ibu dibunuh anak kandungnya langsung mendatangi lokasi.
Baca Juga: Pengakuan Pelaku yang Tega Habisi Ibu Kandungnya di Jember: Itu Bukan Ibu Saya!
Sebelum kejadian tragis menimpa Susiati, 60, korban mengantar makanan kepada tersangka karena selesai ada tahlil.
Saat ke rumah tersangka yang rumahnya bersebelahan (timur rumah korban). Tiba-tiba terdengar suara teriakan di dapur. Pelaku mengamuk dan memukul korban dengan alat pemanas tambal ban.
Mendengar suara teriakan, hingga terdengar oleh tetangga Kaspun. Bukan hanya Kaspun yang mendekat, tetapi Suyitman, warga setempat mendatangi suara teriakan tersebut.
Ternyata korban sudah bersimbah darah di dapur rumah tersangka.
Melihat hal itu pelaku dipancing agar keluar dari dapur tempat korban dipukuli. Sehingga pelaku keluar sambil membawa alat pemanas tambal ban yang baru digunakan untuk memukul korban.
Baca Juga: Diduga Depresi, Seorang Anak di Jenggawah Jember Tega Habisi Ibu Kandung dengan Alat Ini
Pelaku yang sudah keluar mengejar Suyitman dan Kaspun sambil membawa alat pemanas ban. Beberapa ibu-ibu sekitar mengeluarkan korban untuk dibawa kerumahnya.
"Akibat pukulan, korban mengalami luka parah pada bagian pipi sebelah kiri, telinga sebelah kanan dan kepala bagian belakang," kata AKP Eko Basuki Kapolsek Jenggawah.
Masih menurut Eko, setelah menerima laporan dari keluarga korban dan perangkat desa, anggota langsung mendatangi lokasi. Tersangka berhasil diamankan dan diikat oleh warga. Karena di rumah korban ini ada acara tahlil.
Selanjutnya korban yang sudah meninggal dengan luka parah diwajah itu dilarikan ke IGD Puskesmas Jenggawah.
Tersangka yang sudah diamankan langsung dibawa petugas polsek dibantu warga sekitar. Bahkan sebelum petugas datang, tersangka sudah diamankan warga dengan wajah memar karena habis dimasa. Tersangka malakukan aksi nekadnya bunuh ibu kandungnya karena tersangka sering memarahi ibunya.
Pelaku ini diduga mengalami depresi setelah ditinggal istrinya pulang ke rumahnya orang tuanya beberapa tahun lalu. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu alat pemanas tambal ban serta Hp milik pelaku.
Jasad korban setelah dilakukan visum luar di IGD Puskesmas Jenggawah langsung dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan, pungkas Eko.(jum/dwi).