JEMBER, Halojember.jawapos.com - Banjir menjadi bencana paling dominan dalam cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Senin (15/12/2025).
Luapan sungai menyebabkan genangan luas di kawasan permukiman padat penduduk.
Data BPBD Jember mencatat, banjir terjadi di sedikitnya 20 lokasi berbeda.
Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari menjadi wilayah dengan dampak terluas.
Di Kampung Ledok, Jember Kidul, ketinggian air sempat mencapai 120 sentimeter.
Sebanyak 26 rumah di lokasi tersebut terendam dengan warga lansia, balita, dan ibu hamil ikut terdampak.
Di Kelurahan Kepatihan, banjir merendam lebih dari 180 rumah di berbagai RT dan RW.
Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat dinding jebol.
Baca Juga: 6 Sungai di Jember Alami Kenaikan Debit, Air Meluap dan Picu Banjir Genangi Permukiman Warga
Sementara di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, 40 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa terdampak.
BPBD Jember mendirikan tiga tenda pengungsian sementara di lokasi tersebut.
Banjir juga melanda Gladak Kembar, Jalan Melon, Jalan Bengawan Solo, hingga Perum Puri Antirogo.
Sedangkan di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, banjir berdampak paling besar dengan total 429 kepala keluarga terdampak.
Secara keseluruhan, luapan Sungai Bedadung berdampak pada 1.271 kepala keluarga.
Data BPBD juga mencatat terdapat 16 lansia, 10 balita, dan satu ibu hamil di antara warga terdampak.
Baca Juga: Jember Dikepung Bencana, Banjir dan Longsor Meluas, 9 Kecamatan Terdampak
Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo mengatakan banjir terjadi akibat debit sungai meningkat cepat.
“Luapan sungai terjadi karena intensitas hujan tinggi dan berlangsung cukup lama,” ujarnya.
Ia menegaskan proses pendataan masih terus dilakukan karena laporan warga terus bertambah.
“Jumlah terdampak masih bisa bertambah seiring asesmen di lapangan,” imbuhnya.
Editor : Sidkin