NGAWI, Halojember - Kecelakaan bus Indorent di Tol Solo–Ngawi KM 566 A menyebabkan satu orang meninggal dunia, Kamis (12/2/2026).
Korban meninggal dunia merupakan kru bus double decker tersebut.
Korban meninggal diketahui bernama Naura Rinda Gantika (21), pramugari bus Indorent asal Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Naura sebelumnya dievakuasi dalam kondisi luka berat dan sempat mendapatkan penanganan medis di RS Widodo Ngawi.
Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika menyebut, korban mengalami patah tangan kanan, luka di bagian kepala, serta penurunan kesadaran sejak dirawat.
“Jadi korban kondisi kesadaran menurun hingga meninggal dunia di RS Widodo. Korban warga Blitar,” ujar Plantika.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk keperluan visum.
Sementara itu, sebanyak 32 penumpang mengalami luka-luka dengan mayoritas cedera pada bagian kepala, tangan, dan kaki.
Para korban luka langsung dilarikan ke RS At Tin Husada dan RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Salah satu penumpang selamat, Yoyok Suwarno, mengaku para penumpang harus memecahkan kaca untuk bisa keluar dari bus yang terguling.
“Penumpang sekitar 30 orang keluar dengan cara memecah kaca bus,” ungkap Yoyok.
Sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan bus double decker PO Indorent di Tol Solo–Ngawi itu terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Bus yang dikemudikan Achmad Fajrin Dermawan (35), warga Kabupaten Tegal, melaju dari arah barat atau Solo menuju timur ke arah Malang maupun Surabaya.
Petaka bermula ketika sopir bus berupaya mendahului kendaraan lain dengan mengambil lajur kiri.
Di saat bersamaan, melaju truk boks bernopol B 9503 PXV yang dikemudikan Pujianto (35), warga Batang, di lajur tersebut.
Sehingga tabrakan belakang tak terhindarkan karena jarak yang terlalu dekat dan kecepatan cukup tinggi.
Benturan keras membuat bus kehilangan kendali, terpelanting, lalu terguling ke parit di sisi kiri jalan tol.
Editor : Sidkin