Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement
Halojember — Di tengah modernisasi kuliner, pecel telo tetap bertahan sebagai identitas rasa masyarakat Lumajang.
Di berbagai warung tradisional, Pecel Telo Lumajang masih disajikan dengan cara sederhana: ubi jalar rebus yang dipadukan dengan bumbu kacang dan sayuran segar.
Kuliner ini lahir dari kebiasaan masyarakat memanfaatkan hasil bumi lokal yang mudah didapat.
Advertisement
Meski tampak sederhana, banyak warga menganggapnya sebagai makanan yang membawa nostalgia.
Siti (47), warga Lumajang, mengatakan pecel telo tidak pernah berubah dari dulu.
“Rasanya itu-itu saja, tapi justru itu yang bikin kangen,” ujarnya.
Advertisement
Budi (32), pengunjung lain, menyebut makanan ini sebagai “rasa masa kecil yang tidak hilang”.
“Kalau makan ini, langsung ingat kampung,” katanya.
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



