Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Calon Walikota, Puisi Karya Hafis Azhari

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi Puisi Calon Walikota. (Ijal/AI/ChatGPT)
Ilustrasi Puisi Calon Walikota. (Ijal/AI/ChatGPT)

Advertisement

 

CALON WALIKOTA 

 

Advertisement

Sahabat saya kini telah menjadi kepala desa.

Ke mana-mana ia gemar membawa peci

dan sarung yang disimpan di dalam ranselnya.

Advertisement

Suatu hari dia bertandang ke rumah saya

bersama seorang temannya yang dari Solo.

Keesokannya, dia minta diantar ke daerah Baduy

di Rangkasbitung untuk memberi santunan

Advertisement

Artikel Terkait

Kerinduan: Letih, Puisi Karya Syariful Hidayat

Kerinduan: Letih, Puisi Karya Syariful Hidayat

Jiwa bergumam bisik pada raga “letih” Hati berjalan lewat labirin “lelah” Setiap jiwa mendesah, raga merangkul Merayu menghibur bersama nafs

Mengecoh Agama, Puisi Karya Hafis Azhari

Mengecoh Agama, Puisi Karya Hafis Azhari

Mengecoh Agama. Dalam ajaran Islam jelas-jelas dinyatakan bahwa kebaikan pemimpin terhadap rakyatnya pasti dibalas dengan nasib baik.

Berhala Kekuasaan, Puisi Karya Chudori Sukra, Anggota Mufakat Budaya Indonesia

Berhala Kekuasaan, Puisi Karya Chudori Sukra, Anggota Mufakat Budaya Indonesia

Berhala Kekuasaan   Ada beberapa biawak yang memakan habis kodok-kodok di balong samping rumahku. Sudah dua dekade Simbah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer