Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sembuh dengan Ikhlas, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasu Puisi Sembuh dengan Ikhlas. (IJAL/AI/HALOJEMBER)
Ilustrasu Puisi Sembuh dengan Ikhlas. (IJAL/AI/HALOJEMBER)

Advertisement

 

Sembuh dengan Ikhlas

Aku belajar tentang melepaskan
Tanpa meminta dunia untuk berubah
Meski semesta kerap berpaling dari diriku
Senyum di wajah ini mekar laksana bunga di musim semi
Namun di baliknya, jiwaku adalah musim kemarau yang merintih

Advertisement

Meski begitu aku tetap berjalan sekalipun lambat
Merajut luka, yang telah lama ada dalam diam
Seperti memar yang kubiarkan begitu saja
Berharap jiwa ini dapat kembali utuh
Bisik lirih yang tak henti menggema di lorong pikirku
Akankah semesta memihakku, meski sekali?

Sebab tawa adalah topeng paling mahir,
Menyembunyikan tangis dalam sunyi yang cair.
Sebab sembuh tak pernah berarti lupa,
Hanya ikhlas yang memeluk bekasnya
Menjadi doa yang kian membisu tapi menuntun langkah pulang

 

Advertisement

Karya: Salim Abuzaid, Anggota Forum Anak, dan Founder Bersuaralewatkarya.

Advertisement

Artikel Terkait

Doa Nabi Ibrahim Puisi Karya Ahmad Radiuddin

Doa Nabi Ibrahim Puisi Karya Ahmad Radiuddin

Jejak langkah kehidupan Nabi Ibrahim, yang tekun mendoakan keluarga dan keturunannya, agar dianugerahi ketakwaan yang mantap,

Ketinggalan Pesawat, Puisi Karya Hafis Azhari

Ketinggalan Pesawat, Puisi Karya Hafis Azhari

bu Wati ketinggalan beberapa menit pada jadwal penerbangan menuju Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta.

Karakter Koruptor, Puisi Karya Hafis Azhari

Karakter Koruptor, Puisi Karya Hafis Azhari

Koruptor selalu saja orang yang ambisius dan terobsesi pada cita-cita yang melebihi tingginya langit di angkasa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer