Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dunia yang Fana, Puisi Karya Hafiz Azhari

Yulio Faruq Akhmadi
Ilustarsi Puisi Dunia yang Fana (Ijal/Yulio/Gemini/RJ)
Ilustarsi Puisi Dunia yang Fana (Ijal/Yulio/Gemini/RJ)

Advertisement

 

Dunia yang Fana
 
Tuhan menorehkan luka yang sama 
sebagai ujian yang merata pada setiap manusia,
sesuai kadar kesanggupan untuk memikulnya.
Namun di antara mereka sanggup menahan luka
dengan kesabaran dan ketulusan menerima takdir.
Tetapi sebagian lain tak sanggup menanggung luka,
lalu memilih jalan pintas kehidupan duniawi,
sehingga tega menggadaikan akhiratnya,
dengan menjadi pengikut setan dan Iblis.
Mereka terlena menjual jiwanya,
tergiur oleh kesombongan akan kenikmatan dunia
yang hanya secuil dan sekejap mata belaka. (*)


Oleh Hafiz Azhari, Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

Advertisement

 

Advertisement
Editor : Yulio Faruq Akhmadi

Artikel Terkait

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

MENYAPA TANPA MEMAKSA, Puisi Karya  Kasyafa Tanzilul Qiro’

MENYAPA TANPA MEMAKSA, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

MENYAPA TANPA MEMAKSA, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Khalifah: Ketika Nestapa Menjadi Pelangi, Puisi Karya Salim Abuzaid 

Khalifah: Ketika Nestapa Menjadi Pelangi, Puisi Karya Salim Abuzaid 

Khalifah: Ketika Nestapa Menjadi Pelangi, Puisi Karya Salim Abuzaid 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer