Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Setengah Windu, Puisi Karya Warjito

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi Puisi Perjalanan Setengah Windu. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi Puisi Perjalanan Setengah Windu. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Perjalanan Setengah Windu


Ku susuri sesak-sesak dan rindu
Ku lewati suka-suka dan tawa
Ku lewati pula hujan badai yang melanda

Advertisement

Setengah windu tak melulu jalan lurus semata
Ia adalah jalur selatan Jawa
Penuh liku, naik turun, rawa hingga hutan belantara

Setengah windu tak melulu soal cinta
Ia adalah kasih yang terombang-ambing diantara simpangan
Ia adalah pelik-pelik kehidupan
Ia adalah ombak yang membawa ke seberang

Setengah windu tak melulu soal rindu
Meski banyak juga rindu berkuasa disana
Setelah windu mengajarkan arti jarak, sabar dan tunggu
Ia adalah pelukan diri terhadap semesta

Advertisement

Setengah windu ku juga bertanya
Mau dibawa kemana arah realita
Mau dibawa kemana cerita dan kenangan yang diukir sepanjang jalannya

Setengah windu juga soal cerita
Cerita menuju senja yang selalu dinanti insan-insan kesibukan kota
Cerita menunggu malam yang selalu ditunggu kejoranya
Cerita menanti pagi dalam kantuk menuju kewajibannya

Setengah windu bahkan soal kereta
Kereta yang terus maju sesuai jadwalnya
Kereta yang terus melakukan meski ada pengganggu di jalurnya
Kereta yang terus melaju meski orang-orang berteriak menghentikannya

Setengah windu adalah soal waktu
Waktu berkelana ke alam raya
Waktu berguru ke semua manusia
Waktu belajar dimanapun tanah diinjaknya

Setengah windu adalah soal pelukan
Pelukan yang mengajarkan keikhlasan
Pelukan yang menanti kerinduan
Pelukan yang menerima segala keadaan

Advertisement

Artikel Terkait

Rencana dengan Tuhan, Puisi Karya Navisatul Amaliah

Rencana dengan Tuhan, Puisi Karya Navisatul Amaliah

Di ruang yang menelan arti kamar Ku patahkan tulangku sendiri Kurajut bersama kasur paruh baya menatap atap yang seolah mengerti: Bahwa hari ini adalah akhir dunia

Aku yang Selalu Belajar Mencintaimu, Puisi Karya Najib Fachruddin Thoha

Aku yang Selalu Belajar Mencintaimu, Puisi Karya Najib Fachruddin Thoha

Aku yang Selalu Belajar Mencintaimu. Seperti malam-malam sebelumnya, Mengenalmu lebih dalam adalah pekerjaan yang baik untuk mengekalkan waktu dengan diam. Malam itu aku ingin mengurai rambutmu.

Janji Allah, Puisi Karya Hafis Azhari

Janji Allah, Puisi Karya Hafis Azhari

Tuhan berjanji akan memenangkan kaum beriman ketimbang para musuhnya, yakni kaum yang bertakwa dan bertawakkal, yang percaya akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang bersyukur

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer