Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mimpi dalam Kidung Mesra, Karya Novia Ulfa Isnaini

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi Mimpi dalam Kidung Mesra. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi Mimpi dalam Kidung Mesra. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 


Mimpi dalam Kidung Mesra

Aku bermimpi lagi malam ini, 
Mimpi yang sangat panjang. 
Tatkala cahaya bintang dan terangnya rembulan mulai meredup, malu. 
Jantungku kembali berdenyut. 
Kidung hasratku semakin menyeruak. 
Sebelum sebuah tangan muncul
Dalam langit di tubuhku. 
Aku memintanya untuk berhenti. 
Aku memohon untuk kekasihku, dan untuk kekasih ku semata.
Bahwa ini bukan sebuah mimpi
Tak perlu berhalusinasi, tidak ada yang takut. 
Candaan di penghujung malam hanya menyisakan gairah semata.
Dua insan yang membutuhkan  kehangatan. 

Advertisement


Karya: Novia Ulfa Isnaini, Mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir UIN KH Achmad Siddiq Jember. Penulis dan Pegiat Literasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Sebatang Sore, Puisi Karya M Taofik

Sebatang Sore, Puisi Karya M Taofik

Sebatang Sore Tembakau digulung perlahan, di antara jari dan sisa cahaya. Aromanya tinggal di telapak, seperti sesuatu yang tak sempat diberi nama Sebatang selesai sebelum petang, sebatang lagi meny

Bertasbih, Puisi Karya Syariful Hidayat

Bertasbih, Puisi Karya Syariful Hidayat

Laut bertasbih dengan gelombangnya Burung bertasbih dengan kicaunya Bunga di taman dengan wanginya Pohon bertasbih dengan rindangnya

Rumah, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Rumah, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Rumah. Tibalah saat aku berpulang ke Rumah yang hanya tersisa remah Merasuki duri yang tak berjari itu-Dinding yang semakin lebam, ke kasur yang tak lagi empuk. Aku tersenyum hampa Duduk terdiam bisu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer