Kau masih teringat
Beban berat di setiap anak tangga yang kau injak,
Tak membawamu pada apa dan siapa
Hanyalah puncak yang kau sendiri tak mampu mengiranya
Apa guna sabar? Jika pada akhirnya kau perhitungan
Pada apa saja yang telah diputuskan
Bersama ajal
"Yang lalu biar berlalu"
Itu kata-kata semu yang tak berlaku pada dunia yang sudah dipenuhi fatamorgana
Kau bahkan tidak bisa meraba, membedakan, mana yang sesuai logika, mana yang hanya hegemoni darinya semata?
Tapi semua orang terkagum
Kau layak jadi penuntun
Aku pun akan mulai merasa, waktu memang sedang menunggumu di ujung sana.
*Puisi Karya Achmad Syuja'i, Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Tenggarang Bondowoso, alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Unej.
Editor : Sidkin