AJUNG, Halo Jember - Pertandingan sengit tersaji pada babak 16 Besar Grup M Piala Soeratin U15 PSSI Jember di Lapangan Pancakarya, Kecamatan Ajung, Senin (2/6/2025).
Pertandingan terakhir ini mempertemukan JFoS Indonesia melawan juara edisi sebelumnya Bhineka FC.
Bagi JFoS, kemenangan adalah harga mati, sebab hasil kalah maupun seri akan menyingkirkan mereka dari perebutan gelar juara.
Sementara Bhineka FC yang sudah unggul selisih poin cukup meraih hasil imbang untuk mengamankan tiket menuju 8 besar.
Sejak babak pertama, kedua tim tampil beringas. Pada menit ke-20, JFoS menyerang melalui gocekan Muhammad Dicky Zulkarnain yang membawa bola menerobos sisi kiri pertahanan Bhineka FC.
Semua pemain mengira Dicky akan melakukan umpan silang, namun dengan cerdiknya Dicky justru mengubah arah bola tepat menuju gawang Bhineka FC.
Sepakan itu tak terprediksi oleh sang kiper. Skor 1 - 0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, pertandingan makin sengit, duel-duel udara terus terjadi pada laga tersebut.
Bhineka FC yang hanya butuh hasil imbang mulai meningkatkan intensitas serangan.
Namun sayang, niat menyamakan kedudukan justru kembali kebobolan.
Gol itu bermula dari pelanggaran di area pertahanan Bhineka FC. Sang kapten, Diki Firmansyah tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Sepakannya melesat mulus menggoncang jala gawang. Skor 2 - 0 untuk kemenangan JFoS bertahan hingga akhir.
Pelatih JFoS Indonesia, Erfan Fabianto mengatakan, kemenangan itu begitu krusial untuk memperpanjang nafas timnya untuk tetap bersaing di ajang Piala Soeratin U15.
Kendati timnya menang, pria yang akrab disapa Coach Fafan itu menilai masih banyak hal yang perlu di evaluasi.
Terutama di lini depan, dia menilai para striker belum bisa membuat keputusan yang baik.
Misalnya pada beberapa kesempatan, Kata Coach Fafan, para striker JFoS sudah memiliki ruang tembak, namun mereka justru memilih untuk menggocek bola yang berujung bola direbut pihak lawan.
“Kemudian striker juga masih kebingungan untuk mencari ruang kosong termasuk scanning area,” katanya.
Semantara itu asisten pelatih Bhineka FC Goldi Aulia Syahrizal mengakui permainan anak asuhnya memang kurang maksimal pada pertandingan tersebut.
Dikatakan, hal itu dikarenakan faktor kelelahan sebab para pemain tak memiliki jeda istirahat pada babak 16 besar ini.
“Akibat kelelahan, ini berpengaruh ke permainan, koordinasi antar pemain ikut kacau,” katanya. (yul/kin)
Editor : Sidkin