AJUNG, Halo Jember – Nelangsa, para pesepak bola putra Porprov Jember berlatih menggunakan bola usang dalam latihan menjelang persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025.
Hal itu terlihat saat laga uji coba melawan DSA U17 di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu lalu (11/6/2025).
Cukup banyak di antara bola yang digunakan dalam latihan itu yang kurang layak.
Bagian kulitnya pun telah terkelupas.
Inilah kondisi cabor sepak bola Jember yang berangkat secara mandiri yang tidak didanai pemerintah untuk Porprov Jatim IX di Malang Raya.
Wakil Ketua Askab PSSI Jember Andik Slamet mengaku, tim sepak bola Porprov Jember ini tidak punya bola sendiri.
“Baik tim sepak bola putra dan putri, itu tidak punya bola sendiri,” ungkapnya.
Andik mengaku, memang aneh tim sepak bola yang bermain dengan bola, justru tidak memiliki bola sepak.
“Ya bagaimana, memang kondisinya begitu,” ujarnya.
Bola yang dipakai tim sepak bola Porprov Jember baik putra dan putri adalah bola bekas.
Itu merupakan bola dari sisa kompetisi Piala Soeratin 2024 lalu.
“Mohon maklum bola yang dipakai kurang layak. Karena memakai bola bekas kompetisi Piala Soeratin,” paparnya.
Bola yang kulitnya mengelupas, menurut Andik, memang tidak layak.
Sebab hal itu bisa memengaruhi laju bola. Baik untuk ditendang, kontrol, hingga ditangkap oleh penjaga gawang.
Selain itu, pantulan ke tanah pun juga tidak bisa diprediksi.
Karena, lagi-lagi jauh dari kata layak dan standar.
“Bola yang kulitnya terkelupas, terpaksa kami pakai. Karena membutuhkan bola yang cukup banyak. Total itu butuh 40 bola,” terangnya.
Rincian 40 bola itu, tambah Andik, 20 untuk tim putra dan 20 bola tim putri.
Sementara, untuk peralatan penunjang lainnya, setidaknya telah tercukupi.
“Seragam tanding home dan away sudah ada sponsor yang bersedia. Tapi untuk jersey tim putri, mereka iuran sendiri,” ungkapnya.
Sementara, untuk sepatu dan kaos kaki milik masing-masing pemain.
“Seragam kontingen, karena kami kami cabor mandiri, maka tidak dapat fasilitas,” imbuhnya.(yul/dwi)
Editor : Sidkin