Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

BUGAR: Para peserta zumba yang ikut bergerak bersama di Perumahan Argopuro Jember

Dwi Siswanto • Rabu, 24 Desember 2025 | 23:13 WIB

 

BUGAR: Para peserta zumba yang ikut bergerak bersama di Perumahan Argopuro  KIAN SEMANGAT: Alunan musik yang rancak membuat olahraga cukup digemari semua kalangan
BUGAR: Para peserta zumba yang ikut bergerak bersama di Perumahan Argopuro KIAN SEMANGAT: Alunan musik yang rancak membuat olahraga cukup digemari semua kalangan

 

KALIWATES, Radar Jember - Musik menjadi nyawa utama dalam setiap sesi latihan zumba. Merengue, salsa, reggaeton, dan cumbia diputar bergantian, menciptakan suasana seperti festival kecil di pagi hari.

Lagu internasional sesekali diselipkan sebagai variasi agar ritme tidak monoton. “Komposisi idealnya sekitar 70 persen musik latin dan 30 persen musik internasional,” jelas Inarose.

Bagi Instruktur Zumba (Zin), Inarose, zumba bukan sekadar olahraga yang mengikuti ketukan musik.

Ada nilai yang ingin ia tanamkan dalam setiap sesi. Tentang kesehatan, disiplin, dan bagaimana seseorang berani menghargai tubuhnya sendiri.

Rutinitas ini juga membuka peluang untuk membangun kepercayaan diri bagi banyak orang. “Dengan ikut zumba rutin, selain menjaga kesehatan, seseorang bisa meningkatkan rasa percaya diri, melepaskan stres, dan menambah komunitas,” tuturnya.

Keberagaman latar peserta justru menjadi kekuatan kelas ini. Ada yang masih muda, ada yang sudah lanjut usia, ada pula yang datang setelah lelah bekerja seharian.

Namun semuanya bertemu dalam satu ritme yang sama dan terhubung melalui musik yang menghentak. “Zumba memang diciptakan untuk ‘dance together’, sehingga siapa pun bisa ikut bergerak,” kata Inarose.

Namun di balik tawa dan semangat peserta, ada tantangan besar yang harus dihadapi instruktur. Inarose mengaku ada kalanya mood sedang tidak baik atau energi mental menurun drastis.

Tetapi sebagai instruktur, ia tetap harus memancarkan aura bahagia agar peserta merasakan energi positif. “Tantangan terbesarnya adalah ketika mood tidak baik tapi harus tetap profesional dan menebarkan vibes positif,” akunya.

Ketika musik terakhir berhenti dan sesi pendinginan dimulai, suasana kelas menjadi jauh lebih tenang.

Namun sisa energi positif biasanya masih terasa, entah dilakukan di studio ataupun di ruang terbuka. Inarose percaya bahwa zumba bukan hanya tempat berkeringat, melainkan ruang tumbuh bagi setiap orang yang datang.

“Nilai paling penting yang ingin saya sebarkan adalah pola hidup sehat dan disiplin,” pungkasnya.

(kin/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#perumahan argopuro #instruktur zumba #zumba #olahraga #bugar