Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Arafah dan Puncak Ibadah Haji: Saatnya Refleksi Diri

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi jemaah haji sedang wukuf di Arafah. (Pixabay)
Ilustrasi jemaah haji sedang wukuf di Arafah. (Pixabay)

HALO JEMBER - Pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak ibadah haji. Yakni umat Islam melaksanakan wukuf di Arafah.


Advertisement

Sedangkan masyarakat muslim yang tidak sedang berhaji, dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah.

Di Indonesia, hari Arafah ini bertepatan pada Kamis, 5 Juni 2025.

Selain puasa sunnah, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi hari Arafah.  

Advertisement

Seperti memperbanyak dzikir, membaca Alquran, istigfar, maupun melakukan amal saleh lainnya.

Nah, hari Arafah juga menjadi momentum yang tepat untuk refleksi diri, apalagi jika umat Islam menjalankan ibadah puasa Arafah.

Sebab, puasa Arafah memiliki keutamaan yang ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW, termasuk salah satunya dari riwayat Abu Qatadah.

Advertisement

Mengutip dari Muhammadiyah.or.id, dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa selama dua tahun: satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.

Sebagaimana diriwayatkan:

عَنْ أَبِى قَتَادَةَ الأَنْصَارِىِّ رَضِىَ الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ … صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ …[رواه الجماعة إلا البخارى والترمذى]

“Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW ditanya … tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: (Puasa hari Arafah itu) menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang…” [HR jemaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Tirmidzi].

Menurut Ruslan Fariadi, yang dimaksud dengan penghapusan dosa di sini adalah dosa-dosa kecil.

Sementara itu, dosa-dosa besar seperti syirik, zina, atau meninggalkan salat, memerlukan pertobatan yang sungguh-sungguh.

Pertobatan ini harus disertai dengan penyesalan mendalam, niat untuk tidak mengulanginya, memohon ampun kepada Allah, serta menggantinya dengan amal perbuatan baik.

Puasa Arafah menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, mengakui kesalahan, dan berupaya memperbaiki diri.

Melalui ibadah ini, seorang Muslim berkesempatan untuk menggapai derajat takwa yang lebih tinggi, mendekatkan diri kepada Allah, serta mempersiapkan diri menyambut masa depan dengan lebih baik.

Keutamaan puasa Arafah ini juga mencerminkan luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Tidak hanya untuk menghapus dosa, tetapi juga untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Walaupun puasa ini tidak bersifat wajib, nilai spiritual dan manfaatnya sangat besar sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.*

Advertisement

Artikel Terkait

Berikut ini Panduan Ibadah Wukuf di Arafah untuk Jamaah Haji

Berikut ini Panduan Ibadah Wukuf di Arafah untuk Jamaah Haji

Wukuf di Arafah adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk

Berikut Panduan Waktu Wukuf di Arafah dalam Ibadah Haji

Berikut Panduan Waktu Wukuf di Arafah dalam Ibadah Haji

Wukuf di Arafah adalah momen paling menentukan dalam ibadah haji. Di sinilah jamaah seolah berkumpul di padang mahsyar,

Berikut ini Catatan Penting saat Ibadah Wukuf di Arafah

Berikut ini Catatan Penting saat Ibadah Wukuf di Arafah

Wukuf adalah momen paling sakral dalam ibadah haji, diibaratkan seperti berada di padang mahsyar, memohon ampunan kepada Allah SWT.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer