HALOJEMBER - Ribuan kuota dibuka untuk masyarakat Jember yang ingin menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke sejumlah negara. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember menyediakan program pemberangkatan PMI dengan biaya Rp 0.
Kepala Disnaker Jember Suprihandoko menyampaikan, terobosan baru memberangkatkan PMI tanpa biaya sementara berlaku tahun ini. Sama seperti PMI prosedural lain, sebelum pemberangkatan, harus melalui pelatihan dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. "Siapa saja yang mau ke luar negeri dilatih sampai dapat sertifikat berstandar BNSP," bebernya.
Ada banyak negara tujuan yang bisa dipilih, di antaranya Malaysia, Vietnam, Jepang, hingga Korea. Pihaknya tidak membatasi waktu pendaftaran. Akan tetapi, disarankan untuk segera mendaftar agar tak kehabisan kuota. Untuk pendaftaran, bisa langsung ke Disnaker atau Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (Hillsi) Jember.
Dijelaskan, program tersebut juga merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah dan BP2MI. Soal pembiayaan, pihaknya bekerja sama dengan bank yang sanggup untuk membiayai. "Setelah berangkat nanti baru PMI mencicil," jelasnya.
Dengan begitu, PMI yang mendaftar melalui program tersebut tak perlu risau mengenai biaya keberangkatan, dan dijamin aman karena sesuai prosedur. Setelah menerima gaji di negara tempat bekerja, mereka baru bisa mencicil biaya-biaya keperluan sebelum berangkat.
Handoko mengatakan, mereka yang berhak berangkat nanti tetap harus memiliki skill atau kompetensi yang didapatkan melalui pelatihan kerja. Fasilitas tersebut diberikan secara gratis sesuai keterampilan yang dibutuhkan di negara tujuan.
Program baru itu, kata dia, merupakan salah satu solusi untuk mencegah PMI ilegal di Jember. Harapannya, PMI nonprosedural semakin berkurang, bahkan tidak ada lagi. Mengingat banyaknya laporan masuk mengenai PMI bermasalah, baik yang menjadi korban TPPO hingga dideportasi oleh negara tempatnya bekerja. (sil/c2/fid)
Editor : Halo Jember