HALOJEMBER - Pantai Payangan memang indah. Namun di balik itu juga menyimpan bahaya. Tak sedikit wisatawan meninggal akibat terseret ombak pantai yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa tersebut.
Walau begitu, banyak wisatawan Pantai Payangan menghiraukan peringatan bahaya mandi di Pantai Payangan. Hal itu diakui oleh SAR Rimba Laut.
Relawan yang kerap terjun dalam pencarian korban hilang akibat terseret ombak Pantai Payangan tersebut, selalu was-was saat musim liburan panjang tiba.
“Kalau musim liburan seperti kemarin, libur isra miraj dan Imlek, kami takut ada korban jiwa,” papar Ketua SAR Rimba Laut Nyono.
Pihaknya mengaku sudah sering mengingatkan agar pengunjung yang datang tidak mandi di laut. Mengingat, belakangan ini cuaca sangat ekstrem.
Selain angin kencang, juga ombaknya cukup besar. "Biasanya anggota SAR Rimba Laut mendatangi pengunjung agar tidak mandi. Tetapi, malah ada yang melawan,” katanya.
Bukan hanya anggota SAR yang sudah mengingatkan agar pengunjung tidak mandi di laut. Pedagang yang berjualan di pinggir pantai juga sering mengingatkan.
Berbekal peluit layaknya anggota SAR, para pedagang sangat intens mengawasi setiap pengunjung yang mandi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, anak-anak, remaja hingga orang dewasa tampak tenang mandi di gelombang besar. Bahkan, ada segerombolan remaja yang nekat berenang sampai di tengah.
“Orang tua yang membawa anaknya ke pantai juga sulit diperingatkan. Mereka tetap saja memandikan anaknya ke Pantai Payangan,” tuturnya. (qal/dwi)
Editor : Halo Jember