BAMBU PETUK alias Pring Petuk, Mustika Langka yang Dipercaya Punya Energi Gaib
Dwi Siswanto• Kamis, 7 Agustus 2025 | 04:00 WIB
Pring Petuk (foto: arbain rambey instagram)
Dunia benda bertuah di Indonesia menyimpan banyak kisah unik, salah satunya tentang Pring Petuk. Mustika yang satu ini dikenal langka dan dipercaya hanya bisa ditemukan oleh orang-orang tertentu melalui mimpi, petunjuk gaib, atau ritual khusus.
Keberadaan Prik Petuk masih dipercaya sebagian kalangan sebagai benda bertuah yang memiliki daya spiritual tinggi.
Prik Petuk adalah nama yang digunakan untuk menyebut sepasang mustika atau pusaka yang konon memiliki energi tarik-menarik, seperti jodoh yang tak terpisahkan.
Kata “pring” dan “petuk” sendiri berasal dari istilah Jawa, yang menggambarkan kondisi dua benda yang “bertemu secara tidak sengaja” namun saling melengkapi.
Biasanya, Prik Petuk berupa sepasang batu kecil, mustika, atau bahkan tongkat kayu pendek, yang dipercaya memiliki keterkaitan spiritual antara satu dan lainnya.
Konon, jika seseorang hanya memiliki salah satu bagian, energinya tidak akan aktif hingga bertemu dengan pasangannya.
“Kalau belum ketemu pasangannya, energinya belum jalan. Tapi kalau sudah lengkap, bisa jadi ‘tarikan rejeki’, pelarisan, hingga pengasihan,” jelas Ki Jagat, seorang praktisi spiritual asal Banyuwangi saat dihubungi Radar Jember, kemarin (5/8).
Dipercaya Bawa Tuah dan Karisma
Menurut kepercayaan para spiritualis, Prik Petuk memiliki banyak manfaat gaib, tergantung dari jenis dan energinya. Yang paling umum diyakini adalah untuk:
Cara menggunakannya pun beragam, mulai dari dibawa ke mana pun pemilik pergi, diletakkan di tempat usaha, hingga dirawat dengan minyak khusus seperti minyak gaharu atau cendana.
Proses Mendapatkan dan Ciri Asli
Menemukan Prik Petuk tidak semudah membeli barang di toko. Banyak cerita mistis yang menyebut bahwa Prik Petuk datang melalui mimpi atau “dipertemukan” secara tidak sengaja—misalnya saat berjalan di hutan, sungai, atau tempat sunyi.
Ciri khasnya, kedua benda (biasanya mustika atau batu) tampak saling melengkapi satu sama lain, seperti kunci dan gembok.
Banyak yang percaya bahwa memisahkan keduanya akan menghilangkan tuahnya.
Namun di sisi lain, karena langkanya benda ini, banyak pula oknum yang memalsukan Prik Petuk dan menjualnya dengan harga tinggi.
“Yang asli tidak selalu dijual. Kadang justru ‘datang sendiri’. Tapi sekarang banyak tiruan yang dibuat seolah-olah asli,” ujar Ki Jagat.
Antara Mitos dan Kepercayaan
Meski belum ada bukti ilmiah mengenai kekuatan gaib Prik Petuk, mustika ini tetap menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, Madura, dan sebagian Kalimantan.
Beberapa orang memilih menyimpannya sebagai bentuk warisan budaya atau peninggalan leluhur, bukan semata-mata karena ingin memanfaatkannya secara metafisik.