HALOJEMBER- Gladak Kembar dikenal sebagai salah satu ikon persimpangan jalan paling bersejarah di pusat kota Jember. Hingga kini, kawasan ini menjadi titik temu arus lalu lintas sekaligus saksi bisu perjalanan perkembangan kota dari masa kolonial hingga era modern.
Gladak Kembar merujuk pada dua jembatan kembar yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Jembatan ini awalnya difungsikan sebagai penghubung jalur transportasi utama yang menghubungkan pusat aktivitas ekonomi, permukiman, serta jalur perdagangan menuju kawasan perkebunan di sekitar Jember.
Pada masa itu, Jember berkembang pesat sebagai wilayah produksi komoditas perkebunan seperti tembakau dan kopi.
Letak Gladak Kembar yang strategis membuat kawasan ini sejak dulu ramai dilalui masyarakat.
Persimpangan ini menjadi simpul pergerakan warga, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil bumi.
Seiring pertumbuhan kota, kawasan Gladak Kembar terus mengalami perubahan, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelebaran jalan, hingga penataan lalu lintas.
Pada era pascakemerdekaan, Gladak Kembar tetap mempertahankan fungsinya sebagai pusat mobilitas warga.
Meski bentuk fisik jembatan telah mengalami renovasi dan penyesuaian dengan kebutuhan transportasi modern, nama “Gladak Kembar” masih melekat kuat di ingatan masyarakat sebagai penanda kawasan bersejarah.
Kini, Gladak Kembar bukan sekadar titik persimpangan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kota.
Keberadaannya merekam transformasi Jember dari kota perkebunan di masa lalu menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan aktivitas sosial di kawasan timur Jawa.
Pelestarian sejarah Gladak Kembar menjadi penting sebagai pengingat bahwa ruang-ruang kota bukan hanya soal fungsi, tetapi juga menyimpan memori kolektif perjalanan sebuah daerah.
Editor : Harry Erje