Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenal Hadramaut, Yaman. Negeri Para Habib di Indonesia

Dwi Siswanto • Kamis, 23 Mei 2024 | 02:07 WIB
Foto Hadramaut, Yaman.
Foto Hadramaut, Yaman.

HALO JEMBER – Para Habaib di Indonesia kehadirannya cukup terasa dalam menyebarkan dan memperkuat agama Islam. Bila menengok biografi para habib di Indonesia, banyak diantara mereka lahir di Hadramaut Yaman. Bahkan, ada juga yang lahir di Indonesia, tapi memilih belajar agama di Hadramaut, Yaman.

 Contoh saja Habib Sholeh Tanggul. Dia adalah lahir di Hadramaut, Yaman. Sementara, Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf atau Habib Abu Bakar Gresik adalah kelahiran Situbondo, tapi belajar ilmu agama di Hadramaut Yaman.

 Hadramaut berada di Semenanjung Arab. Hadramaut menjadi negeri asal marga keturunan Nabi Muhammad di Indonesia.

Marga keturunan Nabi Muhammad di Indonesia yang berasal dari Hadramaut ini diantaranya ada Shihab, Shahab., Alaydrus, Alatas, Al-Haddad, Assegaf, Al-Habsyi, Al-Jufri, dan lain-lain.

 

ASAL USUL NAMA

Dari Wikipedia, Hadramaut, atau Hedramaut, حضرموت ("Hadhrmawt") atau Havermavt (Bahasa Ibrani) adalah sebuah lembah di negeri Yaman. Lembah ini cukup subur untuk ukuran negeri Yaman yang umumnya padang pasir tandus. Dalam Alkitab (Kejadian 10:26–29) namanya ditulis "Hazar-Mawet".[1]

 Awal mula nama ini masih menjadi perdebatan. Sebagian kelompok mengambil kisah orang-orang Yunani yang menemukan air di lembah tandus Arabia dan kemudian menamakannya dengan Hydreumata atau sumber air. Sementara sebagian yang lain mengambil kisah orang-orang Arab kuno, dari zaman sebelum orang-orang Yunani mencapai lembah Arabia.

 Alkisah, dahulu kala Lembah Arabia merupakan tempat orang-orang barbar yang suka berperang dan saling membunuh. Kisah kejantanan dan keperkasaan mereka dalam perang selalu mereka banggakan dan mereka luapkan dalam bentuk puisi, sya'ir dan juga memberi pujian kepada pahlawan-pahlawan dari suku-suku dan kabilah mereka masing-masing.

 Pada waktu itu di bagian selatan lembah Arabia (Hadramaut) tinggal seseorang yang paling ditakuti oleh semua keluarga, bani, suku dan kabilah di seluruh arab. Orang tersebut bernama Amir Bin Qahtan, dia ditakuti karena keberaniannya, kejeliannya dan keperkasaannya.

 Setiap kali Amir Bin Qahtan berpartisipasi dalam sebuah perang maka tempat tersebut akan berubah menjadi lembah kematian. Karena itulah suku-suku Arab pada waktu itu menamai tempat Amir Bin Qahtan tinggal sebagai Hadhramout yang berarti Hadhra=hadir mout=kematian yaitu di mana Amir Bin Qahtan berada, di situ pula kematian hadir bersamanya.

 Pada masa pasca-Muhammad, kebanyakan dari mereka memeluk Islam dan menjadi pedagang dan petualang yang menghubungkan antara bagian timur benua Afrika (Sudan, Somalia, Eritrea) dengan bagian selatan benua Asia (India, Indonesia, Malaysia); dengan demikian menjadi pelaku Jalur Sutera laut.

 

Di Hadramaut juga tersebar ribuan keturunan Rasulullah yang berhijrah dari Makkah, dalam tujuan menghindari kekacauan yang ada di Makkah dan Madinah karena kaum Qaramitha yang ekstrem. Semula tanah Hadramaut penuh dengan kaum Khawarij dan Syi'ah Zaidiyyah, tetapi berkat dakwah para sayyid yang berhijrah ke Hadramaut,

 Keturunan Rasulullah di Hadramaut biasanya adalah keturunan Sayyidina Husein yang melewati jalur nasab Sayyid 'Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al Muhajir ila Allah bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidhi al Huseini disebut Bani 'Alawi (Ba'alawi) atau Alawiyyin. Dan mereka, banyak yang berhijrah ke Nusantara.

Kebanyakan dari mereka berdagang dengan mengikuti arah angin barat dan timur. Hal inilah yang memaksa mereka menunggu selama beberapa bulan sebelum mereka kembali ke kampung halaman mereka.

 Selama masa penungguan inilah interaksi antara mereka dengan penduduk asli terjadi. Sebagian di antara para pedagang itu berdakwah dan juga menikahi gadis-gadis pribumi dan kebanyakan dari mereka menetap di sana.

 Sebagian besar kaum keturunan Arab di Indonesia umumnya berasal dari wilayah ini. Ini dapat ditelusuri dari nama-nama marga mereka, seperti Al Amri, Alaydrous, Badjubier, Bawazier, Al Khered, Al Kaff, Al Attas, Al Kathiri, Bin zagr, Bin Abdat, Sungkar, Al Habsyi, dan lain sebagainya.

 

Photo
Photo

Kondisi Geografis Hadramaut Yaman

  1. Pegunungan dan Lembah

Hadramaut dikelilingi oleh pegunungan yang indah, seperti Pegunungan Sarawat dan Pegunungan Hadramaut. Pegunungan ini memberikan lanskap yang spektakuler dan pemandangan yang menakjubkan. 

Di antara pegunungan tersebut terdapat lembah-lembah subur yang menjadi tempat tinggal penduduk dan lahan pertanian.

  1. Gurun dan Padang Pasir

Di sebagian besar wilayah Hadramaut, terdapat gurun dan padang pasir yang luas. Gurun Rub' al Khali, juga dikenal sebagai Empty Quarter, adalah salah satu gurun terbesar di dunia dan meliputi sebagian wilayah Hadramaut. 

Padang pasir ini memiliki keindahan yang khas dengan bukit pasir yang terbentuk oleh angin dan oase yang tersembunyi di tengah gurun.

  1. Pantai dan Lautan 

Hadramaut juga memiliki garis pantai yang panjang di sepanjang Laut Arab. Pantai-pantai di Hadramaut terkenal dengan pasir putihnya, air laut yang jernih, dan keindahan alamnya. 

Beberapa pantai yang populer di Hadramaut antara lain Al-Mukalla dan Bir Ali, yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan kegiatan seperti snorkeling dan menyelam.

Warga Indonesia yang berkunjung dan belajar di Hadramaut, Yaman
Warga Indonesia yang berkunjung dan belajar di Hadramaut, Yaman

Editor : Dwi Siswanto
#yaman #habib #indonesia #hadramaut