HALO JEMBER – Mendengarkan kata Tasawuf, cukup familir di telinga umat muslim, namun ada juga yang terasa asing. Bahkan, tak sedikit umat muslim sendiri sulit memahami tasawuf itu apa. Tasawuf merupakan salah satu bagian dari ilmu Islam yang sangat penting dimengerti.
Seperti diketahui, dalam Islam ada tiga ilmu dasar yang harus dipahami umat muslim. Ilmu ini adalah ilmu tauhid, fiqih, dan tasawuf. Tasawuf merupakan ilmu yang berfokus pada membangun diri untuk menjauhi hal duniawi. Sebagai umat Islam, tasawuf adalah ilmu yang penting dipelajari. Tasawuf adalah salah satu ilmu yang mengajarkan tentang upaya untuk tetap hidup sederhana, jauh dari hal-hal duniawi.
Dilihat dari keterkaitannya dengan kemanusiaan, tasawuf lebih menekankan kepada aspek kerohanian daripada aspek jasmani, dalam kaitannya dengan kehidupan manusia tasawuf lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia namun tidak dengan menghilangkan salah satunya.
Samsul Munir Amin dalam bukunya Ilmu Tasawuf yang dilansir detik.com menjelaskan, tasawuf secara etimologis berasal dari bahasa Arab tashawwafa, Yatashawwafu. Selain dari kata tersebut, ada yang menjelaskan tasawuf berasal dari kata Shaf.
Dalam bahasa Arab, Shaf memiliki arti bulu domba. Maksdunya bahwa penganut tasawuf hidupnya sederhana, tetapi berhati mulia serta menjauhi pakaian sutra dan memakai kain dari bulu domba atau yang disebut dengan kain wol.
Sedangkan dalam buku Tasawuf dan Tarekat, Dimensi Esoteris Ajaran Islam oleh Cecep Alba, pengertian tasawuf secara terminologi dijabarkan oleh beberapa ahli. Berikut adalah pandangan beberapa ahli tasawuf:
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani berpendapat tasawuf adalah mensucikan hati dan melepaskan nafsu dari pangkalnya dengan khalawat, taubah, dan ikhlas.
- Al-Junaidi berpendapat tasawuf adalah kegiatan membersihkan hati dari yang mengganggu perasaan manusia, memadamkan kelemahan, menjauhi keinginan hawa nafsu, mendekati hal-hal yang diridhai Allah, bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memberi nasihat kepada semua orang, memegang dengan erat janji kepada Allah SWT, serta mengikuti contoh yang telah Rasulullah SAW ajarkan.
- Syaikh Ibnu Ajibah berpendapat tasawuf adalah ilmu yang membawa seseorang agar bisa dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyucian rohani dan mempermanisnya dengan amal-amal saleh. Jalan tasawuf yang pertama dengan ilmu, yang kedua amal, dan yang terakhir adalah karunia Ilahi.
- M. Amin Syukur berpendapat tasawuf adalah latihan dengan kesungguhan untuk membersihkan hati, mempertinggi iman, dan memperdalam aspek kerohanian dalam rangka mendekatkan diri manusia kepada Allah SWT. Sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepada Allah SWT.
SEJARAH TASAWUF
Apa itu tasawuf tentunya perlu dimaknai dari sejarah kemunculannya. Ada beberapa versi munculnya ilmu tasawuf. Ada yang percaya bahwa tasawuf sudah ada sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi rasul. Ada pula yang meyakini apa itu tasawuf muncul setelah kerasulan Nabi.
- Tasawuf muncul sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi rasul
Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah. Ini berasal dari orang-orang dari daerah Irak dan Iran yang baru masuk Islam (sekitar abad ke-8 M).
Meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan.
Baca Juga: Mengenal Kyai Sekar Ponpes Al Amri Leces Probolinggo. Dikenal Ahli Tasawuf
- Tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW
Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal usul ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW. Berasal dari kata "beranda" (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, seperti telah disebutkan diatas. Mereka dianggap sebagai penanam benih paham tasawuf yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad.
- Tasawuf muncul setelah zaman Nabi Muhammad SAW
Pendapat lain menyebutkan tasawuf muncul ketika pertikaian antar umat Islam pada zaman Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, khususnya karena faktor politik. Pertikaian antar umat Islam karena karena faktor politik dan perebutan kekuasaan ini terus berlangsung dimasa khalifah-khalifah sesudah Utsman dan Ali. Munculah masyarakat yang bereaksi terhadap hal ini. Mereka menganggap bahwa politik dan kekuasaan merupakan wilayah yang kotor dan busuk.
Mereka melakukan gerakan ‘uzlah, yaitu menarik diri dari hingar-bingar masalah duniawi. Lalu munculah gerakan tasawuf yang di pelopori oleh Hasan Al-Bashiri pada abad kedua Hijriyah.
Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah. Ini berasal dari orang-orang dari daerah Irak dan Iran yang baru masuk Islam (sekitar abad ke-8 M).
Meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan.
Editor : Dwi Siswanto