HALO JEMBER – Gresik Berhias Iman, menjadi tagline Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Bagaimana tidak, daerah yang berdekatan dengan Surabaya tersebut banyak tokoh agama yang berdakwah dan dikebumikan di Gresik. Ada Sunan Giri, Sunan Maulana Malik Ibrahim, juga ada Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf atau dikenal Habib Abu Bakar Gresik.
Makam Habib Abu Bakar Gresik ini disemayamkan tepat di samping Masjid Jami’ Gresik yang berada di sekitar Alun-Alun Gresik.
Habib Abu Bakar itu lahir di Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur tanggal 16 Dzulhijjah 1285 H atau 30 Maret 1869 M. Ayah beliau bernama Habib Muhammad bin Umar Assegaf. Beliau wafat pada usia 91 tahun di tahun 1957.
Semasa hidupnya, Habib Abu Bakar berkeliling untuk menuntut ilmu Agama. Pada usia 8 tahun, dia merantau ke Hadramaut, Yaman untuk memperdalam ilmu agama. Setelah dari Yaman, Habib Abu Bakar kembali ke Indonesia dan menghabiskan 3 tahun di Besuki, Situbondo.
Pada 1305 H, berpindah ke Gresik di usia 20 tahun. Selama berpindah ke Gresik Habib Abu Bakar mengunjungi para ulama dan auliya zaman itu. Ia belajar, meminta ijazah, atau berkah kepada para ulama salaf pada zaman itu.
Habib Abu Bakar pernah melakukan khalwat selama kurang lebih 15 tahun. Khalwat adalah aktivitas menyepi meninggalkan duniawi dan hanya beribadah kepada Allah SWT.
Setelah itu, kewalian Habib Abu Bakar tak diragukan lagi. Bahkan, para ulama lainya telah membuktikan kewalian Habib Abu Bakar yang berada di tingkatan tertinggi dari para wali lainnya. Bahkan, Habib Abu Bakar pernah bertemu Rasulullah SAW secara langsung. Karena kewaliannya, Habib Abu Bakar mendapat julukan Al Qutb atau pimpinan para wali.
“Benar adanya bahwa saudaraku Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah sebuah mutiara dari keluarga Assegaf, keluarga yang memiliki derajat paling tinggi di antara lainnya,” kata Habib Muhammad Al-Muhdhor, dikutip dari Laduni.id.
Dakwahnya Diteruskan Habib Sholeh Tanggul
Di daerah timur Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Ada nama cukup tersohor. Bahkan, haulnya pun cukup ramai dipadati jemaah. Jalan nasional Jember – Lumajang sampai ditutup karena ada haul akbar.
Beliau adalah Habib Sholeh Tanggul. Dikisahkan, pada masa khalwat Habib Sholeh Tanggul, memperbanyak membaca Al-Qur'an, Dzikir dan membaca Shalawat. Hingga akhirnya Habib Sholeh didatangi oleh tokoh ulama yang juga seorang Wali Qutb : Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dari Gresik.
Habib Sholeh diberi Sorban Hijau, dimana Sorban tersebut dari Rasulullah Saw dan ini menurut Al Habib Abu Bakar Assegaf adalah suatu Isyarat bahwa Gelar Wali Qutb yang selama ini disandang oleh beliau (Al Habib Abu Bakar Assegaf) akan diserahkan kepada Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid.
Baca Juga: Sebelum Haul Habib Abu Bakar Gresik, Tidak Salah Cicipi Bus Tingkat Keliling Kota Tua Gresik
Namun, Habib Sholeh merasa bahwa dirinya tidak pantas mendapat gelar kehormatan tersebut. Sepanjang hari Habib Sholeh menangis dan memohon kepada Allah Swt agar mendapat petunjuk-nya.
Suatu ketika Habib Abu Bakar mengundang Habib Sholeh untuk berkunjung ke rumahnya di Gresik. Setelah tiba di rumah Habib Abu Bakar, Habib Sholeh disuruh untuk mandi di sebuah kolam milik Habib Abu Bakar.
Setelah mandi, Habib Sholeh diberi ijazah dan dipakaikan sorban hijau dari Rasulullah. Dan hal tersebut merupakan isyarat bahwa Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf telah memberikan amanah kepada Habib Sholeh Al Hamid untuk melanjutkan dakwah kepada masyarakat.
Editor : Dwi Siswanto