Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sejarah Karpet Permadani. Barang yang Selalu Diburu Jemaah Haji Indonesia

Dwi Siswanto • Rabu, 26 Juni 2024 | 23:11 WIB

Karpet simpul tertua yang masih ada adalah permadani Pazyryk, yang digali secara ajaib di makam beku Siberia, bertanggal dari abad ke-5 hingga ke-3 SM, dan sekarang disimpan di Museum Hermitage di St.
Karpet simpul tertua yang masih ada adalah permadani Pazyryk, yang digali secara ajaib di makam beku Siberia, bertanggal dari abad ke-5 hingga ke-3 SM, dan sekarang disimpan di Museum Hermitage di St.

HALO JEMBER – Permadani atau karpet menjadi salah satu barang yang paling diburu oleh jemaah haji asal Indonesia.

Hal itu diakui oleh Jemaah Haji Kloter 37 asal Jember, Lenny Laiyyina. Dia menyampaikan, untuk jemaah haji yang tergabung dalam kloternya, sudah tidak kegiatan wajib dalam rangkaian ibadah haji.

Jemaah haji pun diberi kebebasan untuk melakukan berbagai aktifitas. Mulai dari jalan-jalan, kuliner, hingga belanja oleh-oleh untuk sanak keluarga di tanah air. “Kalau saya amati, banyak yang beli sajadah dan hambal (karpet permadani, Red). Pernak pernik juga banyak dibeli juga,” imbuhnya.

Menurutnya, karpet permadani dari Timur Tengah ini sangat indah dan ekstetik. Sehingga, banyak yang memburu karpet permadani itu. Namun, sebelum berburu permadani dari Timur Tengah. Simak terlebih dahulu sejarah permadani atau karpet timur tengah yang menawan itu.

Permadani Buah Karya Seni yang Mengagumkan
Permadani pada dasarnya digunakan di dunia Islam sebagai alas lantai masjid dan rumah-rumah. Namun, tak jarang permadani uga dipakai hiasan dinding.

Permadani juga kerap dipakai istana-istana raja pada zaman keemasan Islam. Para seniman permadani Muslim pada zaman kejayaan Islam biasanya menggunakan bulu domba (wol), kambing, atau bulu unta sebagai bahan pembuatan permadani.

Perlahan, permadani juga memakai bahan dari kapas hingga sutera. Sejarah mencatat, permadani tertua yang berasal dari dunia Islam ditemukan di Fustat—Kairo Tua—bertarikh 821 M.

Selain itu, permadani juga telah dibuat pada abad ke-13, 14, dan 15 M. Berdasarkan pada bentuk ikatan desain hiasannya, permadani peninggalan dari zaman kejayaan itu terbagi ke dalam dua jenis.

1. Desain Geometri
Permadani dari umat muslim di Spanyol itu memiliki desain hiasan geometri.

2. Desain Fauna
Jenis yang kedua diyakni berasal dari Anatolia. Desain hiasannya berbentuk binatang. Konon pada abad ke-14 dan 15 M, desain hiasan seperti itu sedang tren.

Adanya kesamaan antara permadani yang ditemukan di Anatolia dan Spanyol Muslim membuat sejumlah sejarawan mengambil kesimpulan bahwa permadani yang ditemukan di kedua wilayah itu sebenarnya adalah permadani yang didatangkan dari Kekhalifahan Fatimiyah di Mesir.

Kesenian dalam pembuat permadani mencapai tingkat tertinggi dalam teknik, kualitas, dan desain pada zaman kekuasaan Dinasti Seljuk Muslim.

Menurut Ettinghausen, Dinasti Seljuk-lah pencipta yang sebenarnya permadani Islam. Sebuah studi telah dilakukan untuk meneliti contoh produk permadani yang tersimpan di Museum Seni Islam di Istanbul dan Konya. Hasilnya, permadani yang tersimpan Museum Istanbul berasal dari Masjid Ala’-Al-Din di Konya berasal dari abad ke-13 M.

Baca Juga: Tijjani Reijnders Lekatompessy, Pemain Keturunan Indonesia yang Bermain untuk Belanda di Euro 2024 Jerman

Pada saat ini, Konya adalah ibu kota pemerintahan Seljuk Rum (1081 M-1302 M). Sedangkan, yang berada di Museum Konya ternyata permadani yang secara khusus dibuat pada 1298 M untuk Masjid Eshrefoglu di Beysehir.

Permadaninya sungguh indah, karena dihiasai dengan desain bintang yang geometris dan dibingkai dengan kaligrafi. Pembuatan permadani sempat terhenti, ketika Kekhalifahan Seljuk mulai terpuruk akibat digempur invansi bangsa Mongol pada 1259 M. Persia, Suriah, dan Baghdad sempat jatuh ke tangan Hulagu Khan.

Kota penting Islam itu pun dihancurkan, akibatnya produksi permadani terhambat. Dalam waktu yang terlalu lama, industri pembuatan permadani kembali menggeliat.


Catatan perjalanannya bertajuk, Ar-Rihla, pengembara Muslim legendaris, Ibnu Batutta (1304 M-1377 M), mengisahkan kualitas permadani Anatolia yang dijumpainya di rumah peristirahatan bagi para pelancong. Penjelajah asal barat bernama Marco Polo (1254 M- 1324 M) juga memuji keindahan permadani yang diciptakan peradaban Islam.

Editor : Dwi Siswanto
#jemaah haji indonesia #Permadani #karpet