Dam-daman adalah permainan tradisional yang menyerupai catur. Sementara di Ibu Kota Jakarta permainan yang mengasah otak ini dinamakan Damdas.
ADE APRIYANIS, Lumajang
Cukup dengan secarik kertas, bolpoin, dan batu kecil atau kerikil anda bisa bermain Dam Daman.
Walau dikatakan mirip catur, tapi permainan tradisional ini tidak memerlukan banyak peralatan.
Bentuk bidak atau pionnya pun semua sama, tidak seperti catur yang dibedakan menjadi raja, menteri, benteng, kuda dan prajurit.
Walau sederhana, tapi para pemainnya harus punya strategi jitu untuk bisa menang. da hanya bisa dimainkan oleh dua orang.
“Kalau dam-daman kan lebih simple, siapapun bisa main. Alatnya pun mudah didapat, di tanah pun jadi asalkan bisa membuat sketsanya,” ucap Aisatur Rohma pecinta mainan tradisional asal Lumajang.
Meski permainan sederhana, pengaturan strategi juga diperlukan.
Setiap gacu atau kerikil yang akan melangkah ke depan, samping atau diagonal, harus mengikuti garis.
Jika salah memilih garis, maka akan berpotensi dimakan oleh lawan.
“Kalau catur juga makan lawannya, di Dam-Daman juga begitu,” terangnya.
Baca Juga: Harjo Lestari Destinasi Wisata Sajikan Peternakan Estetik dengan Nuansa Eropa di Jember
Namun, jika lawan lupa memakan batu lawan, maka lawan terkena penalti yang disebut dengan “DAM”.
Hukumannya tiga buah dam (batu lawan, Red) harus disingkirkan. Permainan bisa dilanjut dengan membawa buah dam (batu) masuk ke arena pertahanan.
“Cara mainnya sederhana, perlu strategi juga. Tapi enggak bikin ribet. Asal tahu cara mainnya lawan bisa dikalahkan,” pungkasnya. (dwi)
Editor : Dwi Siswanto