Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ini Pesan Kepsek SMKN 1 Jember ke Siswa PKL, Jaga Kehormatan Diri dan Jangan Takut Melapor

Dwi Siswanto • Senin, 30 Juni 2025 | 18:39 WIB
Kepala SMKN 1 Sri Hartatik secara simbolis mengalungkan Id card PKL.
Kepala SMKN 1 Sri Hartatik secara simbolis mengalungkan Id card PKL.

Halo Jember – Sebanyak ratusan siswa SMKN 1 Jember siap menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2025.

Pelepasan peserta PKL ini dilakukan di aula sekolah pada hari Senin, 30 Juni 2025, dengan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Sri Hartatik, serta sejumlah guru pendamping, dan Komite SMKN 1 Jember. 

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Jember, Sri Hartatik, menekankan pentingnya program PKL sebagai pelatihan langsung di dunia industri yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan di sekolah.

“PKL ini adalah pelatihan sesungguhnya, yang akan memberikan pengalaman langsung di dunia kerja. Setelah lulus, siswa diharapkan sudah siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujar Sri Hartatik.

Sri Hartatik juga menjelaskan bahwa seluruh peserta PKL akan dilindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja maupun risiko lainnya.

"Kami ingin memberikan rasa aman kepada siswa, sehingga mereka bisa fokus belajar tanpa khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Hartatik juga memberikan pesan penting kepada para siswa, terutama kepada siswa perempuan.

"Jaga kehormatan diri, kehormatan sekolah, dan kehormatan keluarga. Tunjukkan perilaku yang baik dan profesional di tempat kerja," pesan Sri Hartatik dengan tegas.

Ia juga mengingatkan para siswa agar segera melapor jika menghadapi tindakan yang tidak pantas, seperti pelecehan.

"Bila ada tindakan yang diindikasikan pelecehan, dimohon untuk segera melapor ke sekolah. Bisa melalui guru pendamping atau langsung kepada kami," tambahnya.

Selain itu, Sri Hartatik juga menyampaikan informasi mengenai ujian Tes Kemampuan Akhir (TKA) yang akan diadakan pada Mei 2026.

"TKA ini tidak wajib, namun sangat disarankan untuk diikuti karena ini akan membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti perguruan tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Feti Aulia, Jawara Marketing Online LKS Jember. Dari SMKN 1 Jember, Lho  

Ketua Pokja PKL SMKN 1 Jember, Riyadi Ariyanto, dalam kesempatan yang sama juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah tidak hanya fokus pada pencarian Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang tepat untuk siswa, tetapi juga memperhatikan perlindungan bagi siswa yang akan menjalani PKL, apalagi yang dilakukan di luar kota.

"Ada lima kali monitoring dari guru pendamping selama program PKL berlangsung. Kami ingin memastikan kondisi siswa tetap aman dan terjaga," ujar Riyadi.

Riyadi juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan siswa.

"Bila ada tindakan yang tidak diinginkan seperti pelecehan, maka jangan takut untuk melapor. Kami akan segera mengambil langkah-langkah untuk menangani masalah tersebut," tegasnya.

 

Editor : Dwi Siswanto
#pkl #jember #Smkn 1 jember #pelecehan