MUSEUM biasanya identik dengan ruang sunyi, benda tua, dan papan informasi yang kaku. Namun, Museum Telu di Jember mencoba mendobrak kesan itu.
Di balik bangunan yang berdiri di komplek perumahan museum ini menghadirkan suasana hidup dengan beragam kegiatan kreatif yang menyegarkan.
Dalam momentum kemerdekaan, misalnya, Museum Telu menggelar lomba baca puisi. Sebelumnya, pada hari buku museum ini juga menggelar diskusi.
“Museum itu tidak hanya berfungsi tempat menyimpan benda sejarah saja. Tapi harus ada tujuan pendidikan, penelitian, dan rekreasi bagi masyarakat luas. Makanya setiap museum selalu menghadirkan perpustakaan,” papar Ade Sidiq Permana, Kurator dan Pendiri Museum Telu.
Pria yang juga guru SMKN 5 Jember itu juga menunjukan berbagai permainan anak. Tak sedikit pengunjung mencoba permainan puzzle warna hingga puzzle potongan gambar.
Siswi SMPN 1 Jember, Syafara mengaku, betah berlama-lama di Museum Telu.
Menurutnya, konsep Telu tidak hanya memajang benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi, ruang literasi, dan panggung ekspresi. “Biasanya museum itu membosankan. Tapi di sini anak-anak malah betah,” katanya. (dhi/dwi)
Editor : Dwi Siswanto