Kabar mengejutkan datang dari Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Seorang warga setempat bernama Edi Rasyid, dikabarkan menemukan batu giok raksasa seberat 5.000 ton di kawasan hutan Beutong.
Penemuan langka ini sontak membuat heboh masyarakat Aceh, bahkan menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Edi Rasyid, warga Desa Meunasah Teungoh, mengungkapkan bahwa batu giok tersebut sebenarnya telah ia temukan sejak tahun 2013 silam.
Ia bahkan sempat mengambil beberapa bongkahan untuk dibuat menjadi gelang dan aksesori batu giok khas Aceh.
“Saya menemukan batu giok ini sejak 2013. Dulu sempat saya ambil sedikit untuk diproses jadi gelang giok Aceh. Tapi yang besar ini belum tersentuh sama sekali,” ujarnya dikutip dari atjehwatch Senin (27/10).
Pria yang akrab disapa Yahfer ini bersama keponakannya, Reza Fahrizal yang dikenal masyarakat dengan sapaan Toke Giok mereka pernah mencoba menawarkan temuan berharga tersebut kepada pihak pemerintah daerah.
Namun, saat itu pembicaraan dengan staf bupati sebelumnya belum menemukan titik terang.
“Waktu itu sudah sempat kami bicarakan dengan pihak bupati lama, tapi belum ada hasil. Baru tahun ini, setelah kami berdiskusi dengan Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, ada respons positif,” ucapnya.
Beberapa hari setelah diskusi tersebut, Bupati Nagan Raya menugaskan sejumlah staf dan Kasatpol PP untuk meninjau langsung lokasi batu giok raksasa di hutan Beutong.
Sementara itu keponakan nya juga menuturkan awalnya bupati berhalangan hadir, akhirnya pada Kamis, 23 Oktober 2025, beliau datang bersama Forkopimda Nagan Raya untuk melihat langsung batu yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia itu.
“Bupati sangat senang setelah melihat langsung. Katanya, warna dan kualitas batu ini luar biasa cocok untuk bahan keramik dan ornamen Masjid Giok Nagan Raya,” tuturnya.
Baca Juga: BAMBU PETUK alias Pring Petuk, Mustika Langka yang Dipercaya Punya Energi Gaib
Menurutnya, batu tersebut memiliki warna hijau alami yang indah dan tekstur berkualitas tinggi, menjadikannya bahan ideal untuk pembuatan keramik, hiasan masjid, dan pernak-pernik giok lainnya.
“Ini benar-benar anugerah dari Allah. Tidak semua daerah, bahkan di dunia, memiliki kekayaan alam seperti ini,” tambah Reza keponakanya.
Penemuan batu giok raksasa 5.000 ton ini diyakini akan menjadi ikon baru kebanggaan Kabupaten Nagan Raya, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Pewarta: Febri Irawan