Halo Jember — Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Raung memiliki tradisi unik sebelum memulai pendakian.
Setiap perjalanan menuju puncak selalu diawali dengan ritual selamatan sebagai bentuk doa untuk keselamatan dan kelancaran selama berada di gunung.
Tradisi ini mencerminkan rasa hormat yang tinggi terhadap alam serta keyakinan bahwa Gunung Raung merupakan tempat yang suci.
Bagi warga sekitar, pendakian bukan sekadar aktivitas petualangan, tetapi juga perjalanan spiritual yang perlu diawali dengan doa dan penghormatan. Dukutip dari Pegi Bromo.
Kehidupan masyarakat di lereng Raung juga tak lepas dari anugerah alam.
Tanah yang subur menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan utama, dengan hasil bumi berupa kopi, sayuran, dan buah-buahan yang tumbuh melimpah di sepanjang lereng gunung.
Selain keindahan alamnya, keramahan penduduk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki dan wisatawan.
Para tamu selalu disambut dengan senyum hangat dan suasana akrab, menciptakan pengalaman yang berkesan bagi siapa pun yang menelusuri kawasan Gunung Raung.
Ritual selamatan yang masih dilestarikan hingga kini menjadi simbol kearifan lokal masyarakat lereng Raung sebuah wujud keselarasan antara manusia dan alam yang tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman.
Pewarta: Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto