Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Keutamaan Salat Tarawih dan Ibadah Malam pada 10 Hari Terakhir Puncak Keberkahan Ramadan

Hariri HJ • Kamis, 12 Maret 2026 | 19:35 WIB

 

Salat Tarawih di Indonesia dan dunia. (saja Hayajneh-pinterest)
Salat Tarawih di Indonesia dan dunia. (saja Hayajneh-pinterest)

HALOJEMBER – Bulan Ramadan kini memasuki fase sepuluh malam terakhir, momen yang sering disebut sebagai puncak dari seluruh perjuangan ibadah umat Muslim.

Tidak hanya menjadi penutup bulan suci, 10 hari terakhir Ramadan diyakini sebagai waktu paling mustajab untuk meraih ampunan dan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada fase ini. Berdasarkan riwayat, apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti salat, memperbanyak doa, dan membangunkan keluarganya agar turut meraih keberkahan.

Salat Tarawih dan Malam: Benteng Spiritual

Salat tarawih, yang sejatinya adalah salat malam atau tahajud yang dikerjakan berjamaah di bulan Ramadhan, menjadi amalan utama yang dianjurkan untuk terus konsisten dilakukan hingga malam terakhir.

Meskipun berstatus sunnah, tarawih memiliki nilai spiritual tinggi, bahkan keutamaannya di malam-malam terakhir diyakini mampu mengangkat derajat seorang Muslim di surga.

"10 malam terakhir adalah waktu istimewa. Rasulullah SAW dan para sahabat tidak tidur, melainkan menghabiskan malam untuk beribadah, salat, dan berzikir hingga fajar," dikutip dari panduan ibadah 10 malam terakhir.

Memburu Lailatul Qadar

Keutamaan utama dari malam-malam terakhir ini adalah adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29).

Selain tarawih, amalan yang dianjurkan adalah i'tikaf, memperbanyak sedekah, dan membaca Al-Qur'an.

Momentum Perbaikan Diri

Dengan segala keutamaan tersebut, 10 hari terakhir Ramadan menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Konsistensi ibadah, termasuk melangkahkan kaki ke masjid untuk salat tarawih, diharapkan mampu menjadikan seorang Muslim mendapatkan kemenangan hakiki di hari Idul Fitri.

Meski merasa lelah di penghujung bulan, umat Muslim diimbau untuk tidak berhenti beribadah, karena bisa jadi salah satu malam di penghujung Ramadan ini adalah malam di mana Allah SWT mengubah hidup seorang hamba menjadi lebih baik.

Editor : Hariri HJ
#lailatul qadar #salat malam atau tahajud #tarawih #10 hari terakhir #puncak keberkahan ramadan