JEMBER, Halojember - Persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027 mulai dimatangkan lebih awal di Jember.
Untuk memastikan informasi diterima utuh oleh sekolah asal dan calon peserta didik, Rayon 2 Jember menggelar sosialisasi bersama di SMAN 3 Jember, Kamis (30/4/2026) pagi.
Kegiatan ini diikuti puluhan perwakilan SMP dan MTs sederajat agar proses pendaftaran nantinya berjalan lebih tertib tanpa menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kabar Terbaru, PIN SPMB Bisa Digunakan untuk Berbagai Jalur dan Sekolah di Jember
Ketua Rayon 2 Jember Muhammad Lutfi Helmi mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari petunjuk teknis pelaksanaan SPMB 2026 yang mewajibkan setiap rayon menyampaikan aturan terbaru kepada sekolah-sekolah asal calon siswa.
“Ini memang amanat dari juknis untuk kami sosialisasikan kepada sekolah-sekolah di rayon 2 agar informasi bisa diteruskan ke siswa kelas IX,” ujarnya.
Sebanyak 31 SMP dan MTs dari wilayah sekitar hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kabar Baik! Siswa yang Aktif di OSIS dan Tahfiz Bisa Dapat Golden Ticket SPMB SMAN/SMKN di Jember
Mereka diharapkan meneruskan hasil sosialisasi kepada siswa kelas IX beserta wali murid masing-masing agar seluruh tahapan pendaftaran dapat dipahami sejak awal.
Rayon 2 Jember terdiri dari enam sekolah, yakni SMAN 3 Jember, SMAN Arjasa, SMAN 4 Jember, SMKN 1 Jember, SMAN 5 Jember, dan SMKN 3 Jember.
Seluruh sekolah itu terlibat aktif dalam sosialisasi agar tidak terjadi perbedaan informasi di lapangan.
Menurut Helmi, fokus utama sosialisasi kali ini adalah menjelaskan sejumlah perubahan aturan dalam SPMB Jawa Timur 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Penyesuaian tersebut dinilai penting dipahami sejak dini agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat.
“Karena ada beberapa perubahan dari model SPMB tahun kemarin ke tahun sekarang, maka memang perlu disampaikan bersama supaya semua pihak sama-sama paham,” katanya.
Baca Juga: Pelajar SMA di Panti Jember Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Atas Sungai
Selain menyosialisasikan aturan baru, masing-masing sekolah anggota rayon juga mulai menyiapkan perangkat layanan informasi.
Panitia penerimaan siswa baru telah dibentuk di setiap sekolah.
Termasuk helpdesk khusus yang bisa dihubungi masyarakat jika menemui kendala saat proses pendaftaran berlangsung.
“Di tiap sekolah sudah ada helpdesk. Jadi kalau ada masyarakat yang masih bingung atau butuh penjelasan, bisa langsung terlayani,” jelasnya.
Helmi berharap pola sosialisasi terpusat seperti ini membuat penyebaran informasi semakin masif dan tidak menimbulkan simpang siur.
Dengan pemahaman yang seragam antara sekolah pengirim dan sekolah tujuan, proses penerimaan murid baru diharapkan berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Sebanyak 94 Siswa SMKN 5 Jember Lolos SNBP 2026, Terbanyak se-SMK SMA Cabdin Jember–Lumajang
“Harapannya informasi ini tersampaikan lebih masif dan tidak ada kebingungan dari calon wali murid,” pungkasnya.*
Editor : Sidkin