Halo Jember – Masih banyak masyarakat yang menganggap gula aren dan gula merah merupakan jenis gula yang sama.
Anggapan tersebut muncul karena keduanya memiliki rasa manis serta warna yang hampir serupa.
Padahal, gula aren dan gula merah memiliki perbedaan mendasar, mulai dari bahan baku, tampilan fisik, hingga kandungan nutrisinya.
Perbedaan paling utama terletak pada bahan dasar pembuatannya. Gula aren dihasilkan dari nira atau cairan manis yang disadap dari tandan bunga pohon aren.
Sedangkan, gula merah umumnya dibuat dari nira pohon kelapa.
Selain berasal dari pohon yang berbeda, keduanya juga memiliki karakteristik fisik yang mudah dikenali.
Gula merah cenderung berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih padat.
Sebaliknya, gula aren memiliki warna cokelat lebih gelap hingga kehitaman dengan tekstur yang lebih lembut dan mudah hancur.
Gula aren memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula merah sehingga dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang lebih lambat.
Meski demikian, baik gula aren maupun gula merah sama-sama memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir.
Keduanya juga masih mengandung berbagai mineral alami yang tidak banyak ditemukan pada gula pasir hasil pemurnian.
Walaupun sering dianggap sebagai pilihan pemanis yang lebih alami, konsumsi gula aren maupun gula merah tetap perlu dibatasi.
Pola konsumsi yang seimbang tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan energi harian.
Editor : Viona Rj