HALOJEMBER – THR sering kali dianggap sebagai “uang tambahan” yang bebas digunakan.
Akibatnya, tidak sedikit yang menghabiskan seluruhnya tanpa menyisakan untuk masa depan.
Padahal, jika dikelola dengan baik, THR bisa menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan menabung.
Perencana keuangan, Dimas Pratama menjelaskan bahwa langkah pertama adalah mengubah pola pikir terhadap THR.
Uang tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai bonus semata, melainkan bagian dari pengelolaan keuangan yang harus direncanakan.
“Kalau dianggap uang bebas, pasti habis. Tapi kalau dianggap bagian dari keuangan, akan lebih terkontrol,” jelasnya.
Ia menyarankan agar sebagian THR langsung disisihkan begitu diterima, sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.
Metode ini dinilai lebih efektif dibanding menyisakan di akhir, karena biasanya uang sudah terlanjur habis.
“Tabungan itu harus diambil di awal, bukan sisa,” ujarnya.
Selain itu, menentukan tujuan tabungan juga penting agar lebih terarah. Misalnya untuk dana darurat, pendidikan, atau kebutuhan jangka panjang.
Dengan tujuan yang jelas, seseorang akan lebih termotivasi untuk menyisihkan uang.
“Kalau ada tujuan, menabung jadi lebih mudah,” katanya.
Ia juga menyarankan untuk memanfaatkan rekening terpisah agar uang tabungan tidak tercampur dengan kebutuhan harian.
Langkah ini membantu menjaga konsistensi dalam menabung.
“Pisahkan dari awal supaya tidak tergoda untuk dipakai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan kecil dalam mengelola THR dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
“Mulai dari THR, lama-lama bisa jadi kebiasaan yang baik,” pungkasnya.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi