Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Penanganan Batu Empedu Tak Harus Operasi, Perlu Lakukan Deteksi dan Penanganan Lebih Dini

Halo Jember • Rabu, 3 Juli 2024 | 03:32 WIB

 

ANJURAN: Dokter spesialis bedah RSD dr Soebandi Jember, dr Rachman Efendi SpB MKed, ketika ditemui di ruang kerjanya. DOK RSD dr Soebandi
ANJURAN: Dokter spesialis bedah RSD dr Soebandi Jember, dr Rachman Efendi SpB MKed, ketika ditemui di ruang kerjanya. DOK RSD dr Soebandi

HALOJEMBER.COM- Batu empedu merupakan endapan cairan pencernaan yang mengeras, yang terbentuk di kantong empedu.

Penderitanya harus melakukan deteksi sejak dini, karena gejala yang dirasakan bisa saja ringan.

Upaya penanganannya tidak harus selalu dengan tindakan operasi. Ada langkah nonoperasi yang bisa dilaksanakan dengan berbagai catatan, tentunya.

BACA JUGA: Apa itu Metabolic Syndrome? Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Dokter spesialis bedah RSD dr Soebandi Jember, dr Rachman Efendi SpB MKed, menyampaikan, penanganan batu empedu dapat dilakukan secara operatif.

Tindakan operasi dapat dilaksanakan apabila terdapat beberapa gejala. Mulai dari muncul nyeri, ukuran batu lebih dari 5 milimeter, hingga muncul gejala infeksi. “Lebih cepat lebih baik,” katanya. 

Dalam operasi batu empedu, ada dua metode yang bisa dipakai. Di antaranya pengambilan kantong empedu secara terbuka dengan sayatan.

BACA JUGA: Kerja Sewajarnya Karena Kelelahan Bisa Jadi Faktor Pendukung Tifus

Seiring berkembangnya teknologi, operasi juga dapat dilakukan dengan laparoskopi kolesistektomi.

Menggunakan bantuan kamera khusus, sehingga luka sayatan sangat minim. “Keuntungan sangat berbeda sekali.

Dengan laparoskopi bisa dilihat secara utuh anatomi dan organ sekitarnya,” katanya.

BACA JUGA: Cukup Olahraga Jalan Kaki, Bisa Terhindari dari Diabetes

Batu empedu juga dapat ditangani dengan medikamentosa. Penanganan ini hanya dipilih untuk batu dengan jenis kolesterol saja.

Batu jenis tersebut dapat diobati dengan observasi selama kurang lebih enam bulan, dengan obat khusus.

Obat tersebut dapat mengecilkan ukuran batu empedu hingga 50 persen.

“Tapi, kemungkinan keberhasilannya juga 50 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, dr Rachman juga menjelaskan, pasien yang sudah melakukan operasi batu empedu harus menjaga pola hidupnya.

Salah satunya menghindari makanan berlemak dan karbohidrat nonkompleks. (ham/c2/fid)

 

 

Editor : Halo Jember
#batu empedu #jember #kesehatan