Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Awas Rebahan Terus Bisa Buat Kamu Jadi Skoliosis. Mitos atau Fakta?

Dwi Siswanto • Jumat, 19 Juli 2024 | 02:03 WIB
ilustrasi tulang belakang pada wanita
ilustrasi tulang belakang pada wanita

HALO JEMBER - Rebahan, sebuah kebiasaan yang sering dianggap sepele dan tidak berbahaya. Namun, fakta menunjukkan bahwa rebahan terus-menerus dapat meningkatkan risiko terkena skoliosis, sebuah kondisi medis yang dapat menyebabkan punggung   bengkok.

Berikut adalah beberapa fakta atau mitos yang perlu kamu ketahui tentang hubungan antara rebahan dan skoliosis.

 Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis adalah kondisi medis di mana punggung atau tulang belakang menjadi melengkung atau bengkok. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk genetika, cedera, atau kebiasaan yang buruk. Skoliosis dapat berupa:

  1. Skoliosis Idiopatik: Tidak diketahui penyebabnya dan biasanya terjadi pada anak-anak.
  2. Skoliosis Neuromuskular: Disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf.
  3. Skoliosis Sekunder: Disebabkan oleh kondisi medis lain seperti osteoporosis atau cedera.

Bagaimana Rebahan Terkait dengan Skoliosis?

Rebahan terus-menerus dapat menyebabkan beberapa masalah yang dapat meningkatkan risiko scoliosis, meskipun tidak secara langsung menyebabkan skoliosis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa rebahan dapat berhubungan dengan skoliosis:

  1. Tekanan pada Tulang Belakang

Saat rebahan, beberapa bagian tubuh mengalami tekanan yang besar, yang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang dan pergeseran tulang, termasuk skoliosis.

  1. Pengaruh pada Postur

Rebahan yang terus-menerus dapat menyebabkan postur yang tidak sehat, yang dapat meningkatkan risiko skoliosis. Postur yang tidak sehat dapat menyebabkan beban berat yang tidak merata pada tulang belakang, yang dapat menyebabkan tulang belakang melengkung.

  1. Aktivitas Fisik yang Kurang

Kebiasaan rebahan dapat mengurangi aktivitas fisik yang sehat, yang penting untuk menjaga tulang belakang tetap sehat. Aktivitas fisik yang kurang dapat meningkatkan risiko skoliosis.

  1. Tulang Belakang Tidak Stabil

Rebahan dapat menyebabkan tulang belakang tidak stabil, yang dapat menyebabkan punggung menjadi melengkung atau bengkok.

  1. Otot Tidak Dibentuk dengan Baik

Rebahan dapat menyebabkan otot-otot di sekitar tulang belakang tidak dibentuk dengan baik, yang dapat menyebabkan punggung menjadi tidak stabil.

Baca Juga: Mengenal Weton Jawa dan Cara Menghitungnya

  1. Gaya Hidup yang Buruk

Rebahan dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang buruk, yang dapat menyebabkan risiko skoliosis meningkat.

Bagaimana Mencegah Skoliosis?

Untuk mencegah skoliosis, berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:

  1. Jaga Postur: Pastikan kamu selalu berdiri dengan postur yang baik dan tidak rebah terlalu sering.
  2. Latihan Otot: Latihan otot-otot di sekitar tulang belakang dapat membantu menjaga tulang belakang tetap stabil.
  3. Konsultasikan dengan Dokter: Jika kamu merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan postur atau punggungmu, segera konsultasikan dengan dokter.

Oleh karena itu, meskipun rebahan tidak secara langsung menyebabkan skoliosis, kebiasaan rebahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena skoliosis.

 Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Dwi Siswanto
#tulang belakang #postur #punggung bengkok #skoliosis