“UDT dapat diamati dan disadari orang tua, ketika dipegang kantong skrotumnya tampak kemps.”
BELA MAYVANI
Dokter Spesialis Bedah Anak Jember
HALOJEMBER.COM - Jika menemukan testis pada anak yang baru lahir tidak normal, misalnya tidak sama dan terlihat kempes. Sebaiknya diperiksa ke fasilitas kesehatan, untuk memastikan apakah ada kelainan dan penanganannya seperti apa. Bisa jadi hal tersebut merupakan gejala dari Undesensus Testis (UDT).
Dokter Spesialis Bedah Anak Jember, dr Bela Mayvani Sp.BA menjelaskan, UDT merupakan suatu kelainan bawaan lahir, kondisinya biasanya berupa salah satu atau kedua buah zakar (testis) anak laki-laki, tidak berada kantong buah zakar (skrotum).
“UDT dapat diamati dan disadari orang tua, ketika dipegang kantong skrotumnya tampak kempes,” terangnya.
Perempuan yang akrab disapa dr Bela ini juga menyebut, UDT dapat disebabkan oleh beberapa hal. Ketika di dalam kandungan, testis akan turun ke kantong skrotum.
Proses ini dipengaruhi oleh banyak hal termasuk genetik dan hormonal, apalagi proses penurunan tersebut terganggu maka dapat terjadi UDT.
“Faktor resikonya salah satunya pada bayi prematur dan lahir di usia kehamilan kurang dari 35 minggu, serta bayi berat badan lahir rendah,” katanya.
Bagi penderita UDT, sebaiknya segera dilakukan tindakan berupa operasi, untuk menurunkan buah zakar. Hal tersebut sudah dapat dilakukan ketika anak berusia minimal 9 bulan.
Jika dibiarkan begitu saja, maka hal yang tidak diinginkan bisa terjadi dalam waktu mendatang.
Dokter spesialis anak yang bertugas di RSD dr Soebandi ini mengatakan, testis pada anak laki-laki berfungsi untuk menghasilkan sel sel sperma.
Organ tersebut tidak tahan dengan suhu panas di dalam perut/tubuh, sehingga ketika dibiarkan dapat mengganggu proses pembentukan sperma, mengganggu fertilitas.
“Dapat beresiko berubah menjadi keganasan dikemudian hari,” ucapnya.
Kelainan tersebut sebenarnya tidak menular. Namun dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa saudara laki-laki sekandung, juga dapat beresiko terkena UDT sebanyak 7.5 persen.
Artinya bila kakak laki- laki ada UDT, maka sebanyak 7,5 persen adik laki-laki berpotensi mengalami hal yang sama.
“Orang tua wajib waspada bila ada UDT segera periksa ke dokter, untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Halo Jember