Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Atasi Bekas Jerawat Bopeng, Ini Kata Dokter Klinik Kecantikan Erha Jember

Dwi Siswanto • Selasa, 1 Oktober 2024 | 23:29 WIB
dr CHANDRA PERMANA Dokter Klinik Kecantikan Erha Ultimate di Jember   
dr CHANDRA PERMANA Dokter Klinik Kecantikan Erha Ultimate di Jember  

HALO JEMBER, Radar Jember - Bekas jerawat pada wajah pria atau perempuan tentu dapat mengganggu penampilan penderitanya. Sehingga, tak jarang mereka merasa terganggu.

Selain itu, jerawat tidak jarang menimbulkan bekas pada wajah, sehingga banyak orang yang berupaya menghilangkannya dengan obat oles. Namun, tidak semua bekas jerawat bisa dihilangkan dengan cara tersebut.

Dokter Klinik Kecantikan Erha Ultimate di Jember, dr Chandra Permana, menyampaikan, jerawat bisa muncul atau dialami oleh manusia dengan usia berapa pun.

Selama masih terdapat pori dan ada aktivitas kelenjar minyak pada kulit, hal tersebut memungkinkan terjadinya sumbatan yang dapat memicu munculnya jerawat.

Namun, pada usia pubertas, lebih rentan terserang jerawat, akibat peningkatan hormon androgen. Hormon androgen berperan besar terhadap pembentukan jerawat.

“Peningkatan hormon androgen menimbulkan perlekatan kulit mati lebih kuat dan aktivitas kelenjar minyak berlebihan,” katanya.

Jerawat, tambahnya, biasanya akan menimbulkan bekas pada muka. Untuk mengoreksi atau menghilangkan bekas tersebut, maka penanganannya berbeda sesuai dengan derajat keparahannya. Untuk bekas warna kemerahan, seiring waktu bisa memudar secara perlahan.

“Namun, bila ingin penanganan lebih efektif maka bisa menggunakan treatment di klinik seperti IPL atau laser vaskular,” tuturnya.

Sementara itu, untuk bekas warna kehitaman, perlu menggunakan agen depigmentasi atau mengurangi zat warna melanin. Seperti penggunaan asam traneksamat, alpha arbutin, dan vitamin C.

Namun, jika tidak membaik, maka bisa dilakukan pemeriksaan dengan dokter untuk pemberian resep obat.

Chandra juga menjelaskan, untuk bekas jerawat yang berupa bopeng tidak bisa dikoreksi atau diperbaiki dengan produk oles. Sehingga dinilai perlu ke klinik untuk mendapatkan treatment. Seperti laser CO2 fractional, subsisi, tca cross, microneedling, hingga filler.

Lebih lanjut, dr Chandra juga menjelaskan, tindakan yang dapat dilakukan saat berjerawat juga bergantung pada kondisi jerawatnya.

Apabila kondisi jerawat ringan, bisa menggunakan produk dengan kandungan bahan aktif anti-acne. Misalnya asam salisilat, sulfur, niacinamide.

Sementara, untuk kondisi jerawat sedang hingga berat yang sudah tidak bisa tertangani dengan produk bebas, maka perlu memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan yang lebih baik.

“Langkah ini bisa mencegah komplikasi pasca-berjerawat seperti bekas warna dan bekas bopeng,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#erha #Hormon Androgen #dokter kecantikan #jerawat bopeng #bekas jerawat