Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenal Guillain Barre Syndrome Penyakit Langka yang Menyebabkan Kelumpuhan

Halo Jember • Kamis, 28 November 2024 | 17:00 WIB
GBS (Pinterest)
GBS (Pinterest)

HALOJEMBER - Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit langka di mana sistem kekebalan seseorang menyerang sistem syaraf tepi dan menyebabkan kelemahan otot.

Bahkan bisa terjadi kelumpuhan. Sementara, ada sembilang kasus GBS yang kini ditangani RSD dr Soebandi.

Penderita yang mengalami gejala GBS disarankan segera berobat ke rumah sakit.

Sebab, efektivitas pengobatan penyakit itu hanya dua pekan, sejak penderita mengalami gejala.

Dokter spesialis neurologi atau saraf RSD dr Soebandi Jember, dr Komang Yunita Wiryaning Putri SpN, menjelaskan, biaya penanganan untuk membeli obat tidak murah. Satu botol obat yang biasa digunakan harganya mencapai Rp 2 juta.

Sementara, dalam sehari penderita bisa menghabiskan sepuluh botol. Bergantung pada berat badannya.

“Lebih dari dua pekan, pengobatan itu hampir tidak ada manfaatnya, karena sudah lewat masa akut,” terangnya.

Pemberian IVIg tersebut hanya bermakna dalam dua pekan pertama sejak pasien merasakan gejala.

Dalam masa tersebut perjalanan penyakitnya juga biasanya memberat.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan berdampak pada saraf napas manusia. Jika sudah melewati masa itu, penyakitnya tidak akan bertambah berat.

GBS juga dapat menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa. Misalnya ketika sudah menyerang saraf otot napas, kemudian terlambat mendapat ventilator.

Serta bisa meninggal dunia apabila saraf otonom terserang. Jika kerusakan sudah mencapai bagian saraf, maka tingkat kesembuhannya lebih sulit.

Selain pengobatan tersebut, penanganan pada penderita GBS adalah pemberian plasmaferesis.

Hal tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Apalagi belum ada fasilitas kesehatan di Jember yang dapat melakukannya.

“Alatnya belum ada di Jember. Jadi, pasien harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah,” ujarnya.

GBS dapat disebabkan oleh autoimun akibat infeksi, seperti demam dan diare, yang terjadi satu hingga dua pekan sebelumnya.

Sistem daya tahan tubuh yang seharusnya melawan kuman, justru menyerang selubung saraf.

Hal tersebut karena kuman molekular mimikri memiliki struktur yang mirip dengan mielin.

“Penyebab GBS yang paling sering adalah kuman Campylobacter jejuni,” terangnya.

dr Komang juga menyebut, jika kerusakan berat hanya terkena selubung saraf, masih bisa pulih kembali. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama.

Bahkan untuk berdiri saja bisa menghabiskan waktu enam bulan. Namun, apabila kerusakannya menyerang saraf (akson), maka tingkat kesembuhannya lebih sulit.

GBS merupakan kondisi autoimun tubuh menyerang bagian saraf tepi. Mengakibatkan penderitanya mengalami kelumpuhan atau otot lemah.

Seputar GBS
Ada Sembilan Kasus yang Ditangani RSD dr Soebandi

Faktor risiko
Memiliki penyakit autoimun
Infeksi HIV/AIDS
Lansia
Bakteri Campylobacter jejuni

Gejala
Kesemutan.
Kelemahan otot pada kaki yang menyebar ke bagian tubuh atas.
Kesulitan berjalan atau menaiki tangga.
Kesulitan mengontrol kandung kemih atau fungsi usus.

(ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#jember #gbs