HALOJEMBER - Beberapa bulan yang lalu, gempar berita yang menayangkan virus HMPV di Tiongkok, terlihat pemandangan rumah sakit disana dipenuhi oleh orang-orang yang memakai masker.
Berita tersebut mengkhawatirkan seluruh dunia akan terjadi pandemi lain. Lonjakan kasus awal Desember telah meningkatkan pasien penderita HMPV di Tiongkok, utamanya dialami oleh kalangan anak-anak.
Baca Juga: Virus HMPV Sudah Masuk di Indonesia, Kemenkes RI Himbau Masyarakat untuk Tidak Panik
Banyak yang beranggapan bahwa HMPV mirip dengan Covid-19, tetapi ahli kesehatan masyarakat menjelaskan bahwa keduanya adalah virus yang berbeda dan HMPV sendiri telah diidentifikasi di tahun 2001, virus ini pun telah beredar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
HMPV Memasuki Indonesia
Menurut laporan, Virus Human Metapneumovirus (HMPV) telah ditemukan di Indonesia. Ramainya berita yang simpang siur, akhirnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi hal tersebut, beliau meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, dikarenakan HMPV sudah dikenal dalam dunia medis.
Baca Juga: Kok Bisa Kereta Logawa ‘Nyangkut’ di Terowongan Garahan. Berikut Sejarah KA Logawa
Ia menegaskan bahwa HMPV memiliki sifat mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia telah mengenal virus ini dan merespon dengan baik. Menkes juga merespon pemberitaan terkait lonjakan masyarakat terinfeksi HMPV di China.
Informasi itu tidak benar, karena pemerintah China dan WHO (World Health Organization) pun mengkonfirmasi bahwa Tiongkok justru mengalami peningkatan flu biasa jenis H1N1 yang disebabkan oleh musim dingin, melainkan HMPV berada di urutan nomor tiga dari sisi prevalensi.
Baca Juga: Promosi Unik dan Cerita lebih Fresh, Squid Game 2 Duduki Peringkat Pertama Tayang di 92 Negara
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yakni, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker ketika berada di luar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Jakarta turut merespon, kemudian menyatakan bahwa perkembangan virus ini masih relatif aman kini.
Ia menyarankan langkah preventif untuk mencegah terpaparnya HMPV pada tubuh kita, yakni dengan melakukan pola hidup sehat, menerapkan etika batuk dan mengaplikasikan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak) dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal HMPV
Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan.
HMPV memiliki kemiripan dengan virus Respiratory Syncytial Virus (RSV) yang sama-sama menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
Selain itu, keduanya juga bisa menyerang individu dari berbagai usia. Namun, sering menyebabkan gejala yang berat pada lansia, anak-anak, bayi dan memiliki kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala yang dialami diantaranya flu, batuk, sakit tenggorokan, demam, hidung tersumbat, hingga sesak napas.
Penderita HMPV akut mengakibatkan ia mengalami pneumonia atau bronkitis, yakni pada kelompok rentan.
HMPV menular melalui percikan air liur seseorang ketika batuk atau ketika bersin. Penularan juga melalui permukaan yang terkontaminasi seperti uang, gagang pintu, mainan.
Selain itu, lingkungan yang padat serta melakukan kontak langsung dengan penderita memungkinkan tertularnya HMPV ke tubuh.
Seperti pada infeksi pernapasan lainnya, HMPV mudah tersebar ketika musim dingin hingga musim semi.
Hal ini karena virus mampu bertahan hidup lebih baik di udara yang dingin, dan mampu berpindah dengan lebih mudah dari satu orang ke yang lain.
Manusia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan jendela yang tertutup, itu sebabnya China mengalami peningkatan dalam jumlah orang yang terinfeksi oleh virus ini.
Apabila telah tertular virus HMPV, perhitungan inkubasinya berlangsung antara 3 sampai 5 hari setelah terpapar.
Maka dari itu, langkah yang diambil untuk mencegah tertularnya HMPV, dianjurkan untuk selalu menerapkan cuci tangan, dan menghindari untuk menyentuh bagian wajah saat belum mencuci tangan.
Menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di lingkungan padat, juga ketika berada di sekitar orang yang sakit.
Serta menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, olahraga teratur , dan membersihkan rumah untuk menciptakan suasana yang bersih.
Editor : Halo Jember